Data Ekonomi AS Lesu, Rupiah Melaju di Awal Pekan

rupiah menguat

mampu membuka awal pekan (19/6) ini dengan penguatan ketika indeks terbebani Paman Sam yang mengecewakan. Seperti diberitakan Index, Garuda membuka transaksi dengan menguat 8 poin atau 0,06% ke level Rp13.291 per AS. Kemudian, pada pukul 08.33 WIB, spot kembali naik 11 poin atau 0,08% ke posisi Rp13.288 per AS.

Dari global, indeks dolar AS bergerak turun menyusul data ekonomi Paman Sam yang lebih lemah dari perkiraan. Menurut Departemen Perdagangan setempat, housing starts atau yang baru dibangun yang dimiliki secara pribadi di AS pada bulan Mei 2017 berada di tingkat tahunan yang disesuaikan secara musiman 1,092 juta unit, sekaligus tingkat terendah dalam delapan bulan terakhir.

Selain itu, angka awal sentimen turun dari 97,1 pada bulan Mei 2017 menjadi 94,5 pada bulan Juni 2017, jauh di bawah prediksi pasar, menurut indeks Thomson Reuters/University of Michigan pada akhir pekan lalu. Indeks dolar AS yang mengukur pergerakan greenback terhadap enam mata uang utama pun turun 0,29% ke posisi 97,146.

“Pada akhir pekan lalu, pelemahan yang terjadi pada mata uang Garuda disebabkan imbas kenaikan suku bunga The Fed sehari sebelumnya, selain koreksi yang terjadi pada harga minyak mentah dunia,” jelas Research and Analyst PT Valbury Asia Futures, Lukman Leong. “Padahal, jika berkaca dari fundamental domestik, sebenarnya cukup kuat mengingat data ekonomi dan keputusan Bank Indonesia yang mempertahankan suku bunga di level 4,75%.

Karena itu, Lukman menilai bahwa pelemahan yang menimpa pada rupiah hanya terjadi pada rentang yang sempit, sehingga ia memprediksi mata uang domestik mampu kembali bangkit pada awal pekan ini. Menurutnya, pernyataan Menteri Keuangan, Sri Mulyani, bahwa rupiah bergerak dalam rentang terkontrol dan minimnya data ekonomi di awal pekan bisa mendongkrak gerak mata uang Garuda.

Loading...