Data Ekonomi AS Lampaui Konsensus Pasar, Rupiah Terhempas 85 Poin

– Mata uang Garuda anjlok 85 poin (0,64%) di level Rp 13.380/ pada penutupan perdagangan Rabu (18/5). Performa kurang meyakinkan dari Rupiah sudah tampak sejak kali pertama Rupiah dibuka pada perdagangan sesi awal, pagi ini. Rupiah telah lebih dulu terperosok 23 poin di level Rp 13.318/ saat spot dibuka.

“Faktor teknikal menjadi salah satu pemicu bagi nilai tukar Rupiah bergerak terhadap AS. Penguatan Rupiah pada hari sebelumnya (Selasa, 17/5) dijadikan kesempatan oleh sebagian pelaku uang untuk ambil untung,” ungkap Reza Priyambada, Kepala Riset NH Securities Indonesia dalam risetnya di Jakarta.

Pelemahan Rupiah tak lain disebabkan oleh menguatnya kurs Dolar AS sebagian besar mata uang utama di New York pada Selasa waktu setempat (Rabu pagi WIB). Dolar AS tampil perkasa setelah data yang dirilis oleh negeri Paman Sam tersebut menunjukkan hasil melebihi ekspektasi .

Sebagaimana dilaporkan oleh Departemen Tenaga Kerja AS, Indeks Harga Konsumen (IHK) untuk semua konsumen perkotaan meningkat 0,4% pada April, melampaui konsensus pasar untuk kenaikan 0,3%. Selama 12 bulan terakhir, tercatat indeks semua item naik 1,1% sebelum penyesuaian musiman.

Data rumah baru dibangun yang dimiliki secara pribadi di AS (housing starts) ada April 2016 mencapai 1,172 juta unit di tingkat, yang juga melebihi angka konsensus pasar. Sementara itu, Federal Reserve menyatakan bahwa produksi AS meningkat 0,7% pada April. Padahal, di dua bulan sebelumnya nilainya turun cukup signifikan.

Keseluruhan data ekonomi AS yang membentuk sentimen positif mulai memunculkan ekspektasi pasar yang memperkirakan bahwa Fed Rate dapat dinaikkan hingga lebih dari sekali di tahun ini.

Loading...