Dari Ide Sederhana, Usaha Kerajinan Lampion Hasilkan Omzet Berlimpah

Memadukan kreativitas dengan keahlian di bidang terbukti mampu membawa sebagian besar orang mencapai kesuksesan dan meraih yang besar. Misalnya saja seperti yang dialami oleh pria asal Cirebon bernama Ikal.

Berawal dari mencari informasi tentang kerajinan lampion di internet, pria berusia 32 tahun ini mampu membuat bisnis lampionnya menembus luar Pulau Jawa. Selain melayani untuk supermarket di Cirebon, Ikal juga menjual kerajinan lampion buatan tangannya ke berbagai daerah di luar Pulau Jawa seperti Sumatera, Kalimantan, dan berbagai kota besar lain di Indonesia.

Awalnya, pria tamatan SMA ini melihat kerajinan lampu lampion dari benang di internet, kemudian mencoba membuatnya dan memasarkan dalam acara Maulid Nabi di sekitar kawasan Keraton Kasepuhan Cirebon. “Dulu sih hanya iseng-iseng lihat di internet. Terus ada acara Muludan. Saya jualan. Ya alhamdulillah laris. Sampe sekarang saya kirim ke sejumlah supermarket yang ada di wilayah Cirebon dan luar kota,” ucapnya.

Selain di Cirebon, di Cianjur juga terdapat penggiat bisnis ini yang sanggup meraup keuntungan besar hanya dari berjualan lampion. “Keunikan lain dari lampion ini juga terdapat pada macam-macam motif dan karakter gambar, seperti karakter tokoh kartun hingga lambang klub sepakbola ternama dunia,” kata Ahmad di Cianjur.

Menurut Ahmad, lampion benang tersebut cukup dan . Pertama, perajin harus meniup balon sampai besar sesuai ukuran yang diinginkan, kemudian melilitkan benang ke seluruh permukaan balon sampai tertutupi dengan baik. “Kemudian balon dilumuri lem, sebelum dijemur di bawah terik matahari hingga bagian benang ini mengering,” paparnya.

Setelah kering, balon yang ada dalam lilitan benang itu dilepas atau diletuskan agar kerangka lampion bisa terlihat. Kemudian kerangka lampion bisa dihias sesuai selera. “Dalam sebulan, lampion atau lampu tidur unyu-unyu ke tempat ini bisa mencapai hingga 1.000 lampion. Untuk satu lampion dibanderol sebesar Rp 65 ribu hingga Rp 85 ribu, tergantung tingkat dari motif dan karakter gambar,” tandas Ahmad.

Loading...