Dampak Aksi Jual, Harga Ethereum Terkoreksi 14% ke $ 314

ethereum

kembali menembus rekor tertinggi pada Senin (12/6) lalu dan diperdagangkan sekitar USD 407,10 berdasarkan data dari Coinmarketcap. Perolehan tersebut merupakan level tertinggi yang menandai kenaikan lebih dari 5.001 persen sejak 1 Januari 2017 saat Ether diperdagangkan di level USD 7,98 saja.

Namun pekan ini pergerakan tampaknya benar-benar fluktuatif. Harga untuk ratusan digital terbesar termasuk Bitcoin dan Eth telah terkoreksi cukup dalam. Harga Ethereum telah anjlok lebih dari 14 persen menjadi USD 314 atau sekitar Rp 4,1 jutaan dalam waktu 24 jam pada perdagangan Jumat lalu berdasar data Coinmarketcap.

Koreksi semacam ini memang dianggap biasa dalam dunia . Pasalnya banyak yang menganggap penurunan harga sebagai koreksi yang sehat. “Saya senang bahwa harga sedang dikoreksi untuk sesuatu yang lebih realistis. liar spekulatif semacam ini sangat buruk bagi karena masih dalam tahap awal,” ujar Daniel Vaughn, seorang programmer yang membangun di Ethereum, seperti dilansir dari Mic.

Senada, pendukung cryptocurrency lainnya juga menggaungkan sentimen bahwa penurunan harga dalam dunia mata uang digital tak selalu bermakna buruk. Menurut CEO Minery, Nicholas Bratskeir, banyak koreksi disebabkan oleh faktor yang dinamakan sell walls. “(Investor) mengatur akun mereka secara otomatis untuk menjual saat menyentuh harga tertentu, dan dibutuhkan uang untuk infrastruktur semacam ini,” ujar Bratskeir.

Akibat adanya aksi jual semacam ini, Bratskeir mengatakan bahwa penurunan harga kemungkinan akan terjadi saat harga Ethereum naik lebih cepat dari perkiraan seperti yang terjadi pada Senin lalu. Hal ini juga tidak selalu menjadi pertanda buruk pada cryptocurrency pada umumnya.

Namun ia menuturkan jika terdapat kemungkinan tekanan lain pada harga mata uang digital saat ini, termasuk laporan media tentang serangkaian serangan pembajakan yang menimpa 2 bursa utama. “Salah satu pendorong utama dalam blockchain adalah kepercayaan. Ketika berita semacam ini keluar, itu akan berdampak buruk pada kepercayaan,” tandasnya.

Loading...