Cuma Sebesar Telapak Tangan, Drone Selfie DJI Spark Dijual Harga Rp 7,9 Jutaan

harga Drone Selfie DJI Spark

Sebagai salah satu merek terkenal, DJI rupanya tak ingin hanya memproduksi -drone berukuran besar saja. Beberapa bulan lalu produsen asal China ini telah meluncurkan mini yang bernama DJI Spark. Drone yang diperuntukkan bagi penggemar selfie ini mengusung ukuran yang cukup kecil, hanya sebesar kaleng minuman saja. Bobotnya dibandingkan drone DJI lainnya pun cukup ringan, hanya sekitar 300 gram. Tak heran jika drone satu ini dipasarkan dengan yang relatif lebih murah daripada seri-seri drone DJI lain.

Namun jangan salah, meski ukurannya kecil, drone selfie (dronie) besutan DJI ini telah mengusung berbagai dan yang canggih. Bahkan pengguna juga bisa menerbangkan DJI Spark langsung dari telapak tangan. Saat diterbangkan dari telapak tangan, maka DJI Spark akan secara masuk Gesture Mode yang memungkinkan pengguna melakukan seluruh kontrol drone mini ini lewat gerakan tangan.

Cara pemakaiannya pun cukup mudah, pengguna cukup menggerakkan telapak tangannya ke kanan, kiri, atas, dan bawah. Nantinya pesawat drone DJI Spark akan mengikuti arah telapak tangan sang pengguna. Ketika pengguna melambaikan tangan ke arah drone selfie ini, maka DJI Spark akan secara otomatis terbang menjauh hingga jarak 3 meter dan menjaga posisi supaya sang pengguna tetap berada di tengah frame.

Kemudian jika ingin menyuruh DJI Spark untuk memotret, maka pengguna cukup membentuk bingkai dengan 2 tangan. Apabila sudah puas mengajak drone canggih ini berjalan-jalan, maka pengguna cukup mengulurkan tangan di depannya dan DJI Spark akan patuh dan mendarat tepat di atas tangan.

“Hanya dengan gerakan tangan, pengguna pun bisa mengabadikan berbagai momen mulai dari pekerjaan, petualangan, hingga kebersamaan bersama teman dan keluarga,” ungkap Kevin On, Direktur Komunikasi DJI di Jakarta bulan Juni 2017 lalu, seperti dilansir Liputan 6.

Drone DJI Spark - cakdan.com

Drone DJI Spark – cakdan.com

Selain dapat mendeteksi gerakan tangan, DJI Spark juga tetap dapat dikendalikan menggunakan perangkat tambahan lainnya seperti remote control atau mobile device. Lebih lanjut Kevin On menuturkan jika interface terbaru DJI Spark memungkinkan penggunanya untuk menjangkau sudut pandang yang lebih tinggi dari udara untuk menjepret berbagai momen terbaiknya.

DJI Spark dilengkapi dengan beberapa modus penerbangan, antara lain flight mode QuickShot, ActiveTrack, TapFly, dan Gesture. Dengan mode QuickShot, cukup menekan satu tombol di aplikasi DJI Go, maka Spark yang akan melakukan gerakan yang umumnya dipakai untuk menghasilkan efek dramatis saat merekam video, misalnya saja seperti Circle (mengelilingi subjek), Helix (mengelilingi subjek sambil berputar ke atas), Rocket (terbang ke atas dengan posisi kamera menghadap bawah), dan Dronie (terbang mundur ke atas dengan fokus kamera terkunci pada subjek).

Lalu ada modus TapFly yang menggunakan layar sentuh di smartphone untuk mengendalikan DJI Spark. Untuk melakukan rekaman sembari bergerak, ada mode ActiveTrack yang membuat DJI Spark secara otomatis mengenali objek dengan ukuran dan bentuk yang berbeda dan melacaknya sesuai jenis subjek dan kecepatan bergerak.

Menariknya, DJI Spark juga bisa melaju dengan kecepatan terbang mencapai 50 km per jam. Benar-benar mirip seperti saat mengebut dengan naik kendaraan. Namun jangan khawatir, mampu ngebut bukan berarti membuat Spark kehilangan kendali. Pasalnya, DJI Spark sudah dilengkapi sensor yang mampu mengenali rintangan yang berada di depannya serta menghindari rintangan tersebut.

Ada pula fitur GEO yang berisi informasi lengkap apakah suatu lokasi tergolong aman untuk menerbangkan drone DJI Spark. Pasalnya Spark hanya dapat dikendalikan dari jarak 2 km menggunakan remote control.

Selain dapat digunakan untuk berfoto selfie, DJI Spark juga mampu merekam video beresolusi Full HD 1080p berkat lensa 25 mm/f 2.6 CMOS sensor dengan sudut pandang 81 derajat yang cukup lebar. Apalagi dengan adanya mechanical gimbal stabilization 2-axis membuat DJI Spark mampu merekam video secara stabil dan mulus tanpa adanya efek patah-patah atau gambar yang bergoyang.

Untuk penyimpanan pun tak perlu khawatir, sebab DJI Spark memakai slot kartu microSD seperti halnya DJI Mavic Pro. Sayangnya daya tahan baterai DJI Spark memang cukup singkat. Bermodal baterai lithium polymer, drone mini ini mampu terbang maksimum selama 16 menit. Cukup sebentar memang jika dibandingkan dengan DJI Mavic Pro yang sanggup terbang hingga 30 menit lamanya di udara.

Di situs resminya, DJI Spark dengan harga resmi USD 569 sudah termasuk pajak . Drone selfie canggih ini tersedia dalam 5 pilihan yang menarik, yaitu Alpine White, Sky Blue, Lava Red, Meadow Green, dan Sunrise Yellow.

Berikut ini informasi spek teknis dari drone selfie DJI Spark:

Spesifikasi DJI Spark
Waktu terbang16 menit
Jarak transmisi1,2 mi (2 km)
Kecepatan50 km per jam
Jarak VPS30 meter
Gimbal2 axis
Resolusi kamera12 MP
Waktu terbang maksimal16 menit

DJI Spark sudah tersedia di Indonesia dan dapat dipesan sejak bulan Juni lalu melalui sejumlah channel , salah satunya Erafone. Di Erafone, harga dronie DJI Spark dibanderol Rp 7.999.000 dan hanya tersedia dalam warna putih saja. Paket DJI Spark sudah termasuk dengan 1 unit DJI Spark, baterai, charger USB, storage box, dan 3 pasang baling-baling. Selain di Erafone, sudah banyak situs jual-beli online lain yang juga turut menjual DJI Spark dengan harga yang masih berkisar di angka Rp 7 jutaan.

Loading...