Cuek dengan PDB AS yang Positif, Rupiah Dibuka Menguat 25 Poin

rupiah menguat

Meski perekonomian secara tidak terduga mempertahankan laju pertumbuhannya di kuartal ketiga 2017, namun hal ini tidak berefek buruk pada rupiah. Seperti dikabarkan Index, Garuda membuka transaksi hari ini (30/10) dengan menguat 25 poin atau 0,18% ke level Rp13.584 per dolar . Sebelumnya, spot ditutup melemah 22 poin atau 0,16% di posisi Rp13.609 per dolar pada Jumat (27/10) lalu.

Pada akhir pekan lalu, Departemen Perdagangan AS melaporkan bahwa Domestik Bruto (PDB) Paman Sam pada periode Juli-September 2017 meningkat pada tingkat tahunan 3,0%, setelah berkembang pada tingkat 3,1% di kuartal sebelumnya. Kenaikan PDB riil pada kuartal ketiga ini mencerminkan kontribusi positif dari pengeluaran pribadi, investasi persediaan swasta, investasi tetap non-residensial, ekspor, dan pengeluaran pemerintah federal.

Badai Harvey dan Irma yang sempat menyerang beberapa bagian Texas dan Florida pada akhir dan awal September lalu, serta Badai Irma yang menghancurkan infrastruktur di Puerto Riko dan Kepulauan Virgin ternyata tidak berdampak pada pertumbuhan PDB kuartal ketiga AS. Departemen pun mengatakan bahwa tidak mungkin untuk memperkirakan dampak keseluruhan dari badai Harvey dan Irma pada PDB kuartal ketiga.

Sebelumnya, laporan PDB AS kuartal ketiga yang positif ini diklaim dapat menjadi sentimen negatif lanjutan bagi mata uang domestik. Sepanjang pekan lalu, laju rupiah sudah tertekan dengan optimisme akan reformasi , disetujuinya Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) AS, serta meningkatnya probabilitas kenaikan suku bunga The Fed.

“Setelah lolosnya Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) AS, optimisme pasar akan reformasi pajak Donald Trump juga mendorong dolar AS naik,” ujar Research & Analyst Valbury Asia, Lukman Leong. “Probabilitas kenaikan suku bunga Federal Reserve juga semakin tinggi. Ini memungkinkan untuk membuat indeks dolar AS semakin melaju.”

Loading...