Tangkal Penyebaran Virus Corona, China Karantina Wuhan

Petugas Medis di China - www.kompasiana.comPetugas Medis di China - www.kompasiana.com

WUHAN – China terpaksa mengkarantina Kota Wuhan setelah virus corona telah menginfeksi setidaknya 444 orang di seluruh negeri, dan sebagian besar kasus berada di kota tersebut. Semua akses ke dan dari Wuhan, termasuk penerbangan, kapal feri, bus, dan , ditutup dan orang-orang diminta untuk tidak meninggalkan kota tersebut tanpa alasan tertentu.

Dilansir TRT World, korban tewas dari virus baru mirip flu di Provinsi Hubei telah meningkat menjadi 17 orang dan total kasus yang dikonfirmasi meningkat lebih lanjut, demikian TV pemerintah setempat pada Rabu (22/1) kemarin. Provinsi itu mengonfirmasi total 444 kasus virus corona, yang muncul di Wuhan pada pukul 8 malam waktu setempat. Korban tewas yang dilaporkan sebelumnya di China adalah sembilan orang, semuanya di Provinsi Hubei.

Pemerintah setempat telah mengimbau orang untuk menjauh dari Wuhan, membatalkan acara besar Tahun Baru Imlek, sebagai usaha untuk membendung penyakit yang telah menyebar di seluruh negeri. Penyakit ini menyebar ketika ratusan juta orang bepergian dengan kereta api, terbang, dan bus di seluruh China untuk berkumpul dengan teman dan keluarga merayakan Tahun Baru Imlek, yang dimulai pada hari Jumat (24/1) esok.

Walikota Wuhan, Zhou Xianwang, memerintahkan warga untuk tidak meninggalkan kota, sedangkan para pengunjung diminta untuk menghindarinya sehingga kemungkinan penularan dapat dikurangi. Kepada stasiun televisi , CCTV, Zhou bahkan menegaskan untuk semua orang, jika tidak perlu atau penting, disarankan untuk tidak datang ke Wuhan.

Pemindai demam telah dipasang di stasiun kereta api kota dan bandara, sedangkan pejabat memeriksa suhu pengemudi di pos pemeriksaan jalan raya. Sementara itu, kelompok wisata dilarang keluar meninggalkan kota yang berpenduduk 11 juta orang. Komisi Kesehatan Nasional mengumumkan langkah-langkah untuk menghentikan penyebaran, termasuk desinfeksi dan ventilasi di bandara dan stasiun bus serta di dalam pesawat dan kereta api.

Sebagian besar kasus virus telah ditemukan di Wuhan, dengan laut yang menjual liar secara ilegal sebagai tersangka utama untuk wabah tersebut. Virus, yang dapat ditularkan antara manusia dan dapat bermutasi, juga telah menginfeksi orang di negara lain termasuk AS, Thailand, Jepang, dan Korea Selatan.

“Kami sudah tahu bahwa penyakit itu berasal dari pasar yang melakukan transaksi hewan liar secara ilegal,” ujar Gao Fu, direktur pusat pengendalian dan pencegahan penyakit Tiongkok, saat konferensi pers pada hari Rabu. “Ini mungkin penyebabnya, jadi penyakitnya bisa pada hewan, dan kemudian diturunkan dari hewan ini ke manusia.”

Pemerintah Wuhan pada hari Selasa (21/1) sudah mengatakan bahwa mereka akan membatalkan kegiatan selama liburan Tahun Baru Imlek China. Wuhan telah membatalkan ritual tahunan di Kuil Guiyuan dan menutup kuil itu, yang menarik 700.000 wisatawan selama liburan tahun lalu. Tahun ini, pemerintah kota mengatakan 30.000 wisatawan telah memesan tiket untuk perayaan tahun baru dan 200.000 kupon acara gratis telah dibagikan.

The Wuhan New Coronavirus Infected Pneumonia Prevention and Control Headquarters mengatakan bahwa pihaknya akan membatalkan acara-acara publik yang tidak ‘perlu’. Semua pertunjukan seni dan teater lokal telah dibatalkan, dan museum ditutup. Mereka juga membatalkan rencana untuk mengirim rombongan opera di sekitar daerah pedesaan selama liburan.

Sejumlah negara pun sudah mengambil langkah antisipasi untuk mencegah virus masuk ke wilayah mereka. Menurut Menteri Kesehatan Turki, Fahrettin Koca, pihaknya telah menyiapkan kamera termal dan tindakan pencegahan lain terhadap penyebaran virus corona, tetapi saat ini tidak ada kasus atau pasien yang berisiko.

“Kami memiliki persiapan, termasuk membawa pasien berisiko dari China ke ruang karantina kami dan membawa mereka ke melalui ambulans yang ditunjuk khusus,” kata Koca. “Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tidak merekomendasikan kamera termal untuk Turki, tetapi kami tetap mengambil semua tindakan pencegahan, termasuk kamera termal.”

Loading...