China Dianggap Saingi AS Sebagai Pemimpin Ekonomi Dunia

China Dianggap Saingi AS - asia.nikkei.com

New York – Hingga kini dianggap sebagai kekuatan utama dunia. Padahal berdasarkan Pew Research Center yang dirilis pada Kamis (13/7) kemarin, di China disebut-sebut jauh lebih unggul dan solid dibanding AS.

Menurut dari Pew Research Center, China kini telah menggantikan AS sebagai kekuatan ekonomi tertinggi di mata banyak sekutu Amerika, termasuk Inggris, Jerman, Spanyol, dan Kanada. Pada poling yang diambil di 38 sejak 16 Februari hingga 8 Mei 2017, 7 dari 10 Uni Eropa mengidentifikasi Beijing sebagai pemimpin ekonomi teratas, mengungguli Washington.

Menurut Badan Bea Cukai China, kinerja China juga mengalami kenaikan pada bulan Juni lalu berkat stabilnya permintaan . Angka China naik 17,3% pada Juni 2017 dibanding tahun lalu. Sedangkan impor juga naik 23,1% dengan surplus perdagangan menjadi 294,3 miliar yuan.

“Menyusul permulaan krisis keuangan yang terjadi hampir 1 dekade yang lalu, orang-orang Eropa semakin memperhitungkan nama China, bukan AS, sebagai kekuatan ekonomi terdepan di dunia. Tahun ini, bagaimanapun pola itu telah berbalik kembali, dan di negara-negara seperti Jerman, Inggris, dan Spanyol, China sekali lagi dipandang menempati posisi teratas,” demikian bunyi laporan tersebut, seperti dilansir Nikkei.

Sudut pandang awal Amerika tentang perdagangan global kemungkinan menjadi utama dalam penurunan persepsi. Persepsi publik yang buruk terhadap Presiden AS Donald Trump sendiri juga dapat mempengaruhi keseluruhan pandangan status ekonomi AS.

Walau kepemimpinan China maupun Amerika tak memperoleh banyak dukungan global, namun sisi negatif Trump dinilai lebih besar dibanding Presiden China Xi Jinping. Sebesar 21% (median 74%) responden menyatakan ‘tidak yakin’ pada presiden AS untuk melakukan hal yang benar dalam urusan dunia, dibandingkan Xi yang mencapai 53%.

Di luar citra Xi yang buruk, persepsi keseluruhan terhadap China kini telah membaik. Sekitar 47% responden mengungkapkan pendapat yang terhadap China, sedangkan 37% sisanya menyatakan negatif. Di wilayah Asia Pasifik, Australia menjadi negara tertinggi yang memberi tingkat anggapan yang terhadap China.

Sedangkan persepsi keseluruhan China paling negatif berada di negara Jepang dan Vietnam. Tingkat persepsi positif China turun 9 poin di Vietnam dan 8 poin di Indonesia selama 2 tahun belakangan. Pergeseran negatif sangat terlihat di Korea Selatan dengan penurunan sebesar 27 poin.