Cegah PHK di Sektor Migas, Pemerintah Jalin Kerjasama dengan Iran

Jakarta (23/2), delegasi Iran dijadwalkan datang ke tanah air untuk membahas bilateral di sektor energi dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral ().

Dikatakan oleh IGN Wiratmaja Puja, Dirjen Migas Kementerian ESDM, pembahasan dengan delegasi Iran ini nantinya akan berfokus pada topik pemenuhan kebutuhan dan gas nasional, seperti suplai mentah (crude), suplai elpiji, investasi kilang, investasi storage, dan petrokimia.

Pertemuan ini rencananya akan dihadiri pula oleh sejumlah pihak, diantaranya PT (Persero), PT Perusahaan Gas Tbk (PGN), perusahaan migas Iran, serta pihak Kementerian Energi Iran.

“Delegasi Iran akan hadir. Kita akan bertemu bersama Dirjen Migas Iran, dan beberapa badan usahanya akan hadir. Kita akan bertemu,” ujarnya dalam acara diskusi di Kantor Dirjen Migas, Kementerian ESDM, di Jakarta, kemarin malam (22/2).

Wiratmaja menuturkan, Pemerintah menaruh minat tinggi untuk menjalin kerja sama dengan Negara Timur Tengah tersebut. Pasalnya, harga gas di Iran sangat murah dan memungkinkan untuk menjalin dua arah dengan negara tersebut.

Ia juga menyadari bahwa rendahnya harga minyak selama ini menjadi beban bagi perusahaan yang bergerak di sektor hulu minyak dan gas bumi (Migas). Hal ini terbukti dengan maraknya aksi Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) di beberapa perusahaan migas dalam negeri. Oleh karena itu, Ditjen Migas Kementerian ESDM berinisiatif untuk memberikan kesempatan kepada perusahaan-perusahaan tersebut untuk mengeksplorasi minyak dan gas bumi di Iran.

“Begitu juga di sektor hulu. Kita dorong badan usaha untuk beli atau melakukan eksplorasi hulu di Iran,” katanya.

Loading...