Cadangan Devisa Menyusut, Rupiah Justru Menguat di Awal Pekan

rupiah menguat

Meski cadangan dilaporkan menyusut, namun rupiah mampu membuka Senin (11/12) ini dengan penguatan. Menurut penuturan Index, mata uang Garuda membuka hari ini dengan menguat 15 poin atau 0,11% ke level Rp13.535 per AS. Sebelumnya, spot ditutup rebound 4 poin atau 0,03% di posisi Rp13.550 per AS pada akhir pekan (8/12) lalu.

Dari dalam negeri, Bank Indonesia pada Jumat kemarin mengumumkan bahwa cadangan devisa domestik mengalami penyusutan di bulan November 2017. tersebut mencatat posisi cadangan devisa Indonesia per akhir November 2017 sebesar 125,97 miliar dolar AS, atau turun 580 juta dolar AS dibandingkan bulan sebelumnya.

“Penurunan cadangan devisa dipengaruhi oleh penggunaan devisa untuk pembayaran utang luar negeri dan stabilisasi nilai tukar rupiah sesuai dengan fundamentalnya,” jelas Direktur Eksekutif Komunikasi Bank Indonesia, Agusman. “Meski demikian, cadangan devisa domestik masih di atas standar kecukupan internasional sekitar tiga bulan impor.”

Sementara, dari global, indeks dolar AS sanggup bergerak menguat pada penutupan dagang Jumat kemarin di level 93,898 atau naik 0,11% terhadap sekeranjang mata uang utama dunia. Penguatan greenback salah satunya dipicu laporan data ketenagakerjaan AS yang positif, dengan mencatat payroll non-farm meningkat sebesar 228.000 pada bulan November 2017, sedangkan tingkat pengangguran tidak berubah sebesar 4,1%.

Meski demikian, rupiah mampu bertahan di hadapan dolar AS, karena ditopang kondisi regional yang cukup positif. Kondisi regional yang cukup bagus salah satunya dapat dilihat dari Indeks Saham Gabungan (IHSG) yang ditutup di zona hijau, yaitu naik 0,40% ke level 6030,96. Selain itu, data neraca perdagangan China bulan November juga menguat melebihi ekspektasi.

“Pada pekan ini, rupiah kembali dibayangi pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) yang akan berlangsung Rabu (13/12) waktu setempat, dengan proyeksi kenaikan mencapai 90%,” papar Ekonom Bank Permata, Josua Pardede. “Jika tidak ada ‘pertolongan’ dari sentimen regional, mata uang Garuda berpeluang mengalami koreksi di hari Senin.”

Loading...