Cadangan Devisa Capai Rekor, Rupiah Menguat di Pembukaan

Jakarta dibuka 14 poin atau 0,10 persen ke posisi Rp 13.498 per AS di awal pagi hari ini, Rabu (11/10). Sebelumnya, rupiah juga ditutup sebesar 0,04 persen atau 6 poin ke level Rp 13.518 per AS usai diperdagangkan pada rentang angka Rp 13.480 hingga Rp 13.519 per AS.

Rupiah menguat di saat indeks dolar AS sedang melemah. Kenaikan cadangan devisa Indonesia memberikan dorongan yang untuk pergerakan mata uang Garuda di spot exchange. “Cadangan devisa September yang mencapai rekor di angka US$ 129,4 miliar menjadi penopang rebound mata uang Garuda. Selain itu, penjualan ritel dalam negeri mulai menggeliat,” jelas Analis Uang Bank Mandiri Reny Eka Putri, seperti dilansir Kontan.

Senada, Research & Analyst Monex Investindo Putu Agus Pransuamitra mengatakan bahwa para pelaku pasar kini mulai kembali melirik mata uang pasar berkembang, salah satunya seperti rupiah. Oleh sebab itu Putu memprediksi jika hari ini rupiah kemungkinan dapat melanjutkan penguatannya. Pasalnya hingga kini juga belum ada data yang dapat memberikan pengaruh terhadap gerak rupiah dan dolar AS.

Dalam pernyataannya baru-baru, Gubernur Dallas Robert Kaplan juga mengungkapkan keraguannya terkait probabilitas (The Fed) menaikkan suku bunga acuan pada tahun ini. “Makanya pasar memilih meninggalkan dollar dalam jangka pendek,” jelas Renny.

Ditambah lagi, belum lama ini langkah Presiden Amerika Serikat Donald Trump dinilai gegabah lantaran beberapa hari setelah kongres yang dikendalikan partai Republik mengambil langkah terkait undang-undang perpajakan, Trump justru berceloteh sengit melalui akun Twitter pribadinya terkait Senator Bob Corker akhir pekan lalu.

Cuitan Trump tersebut justru membuatnya terancam jadi semakin jauh dari anggota Partai Republik penting lain seperti Senator John McCain. Keputusan McCain beberapa waktu lalu yang menyatakan kontra rupanya telah menjadi penyumbang kegagalan bagi Partai Republik untuk mencabut Obamacare pada Juli lalu.

Loading...