Buka Pasar Awal Pekan, Rupiah Lanjut Menguat 0,15%

Rupiah menguatRupiah menguat - www.cnbcindonesia.com

JAKARTA – Rupiah mampu melanjutkan penguatan pada pembukaan awal pekan (18/3) ini. Seperti dilaporkan Index, Garuda mengawali dengan menguat 22 poin atau 0,15% ke level Rp14.238 per dolar . Sebelumnya, spot sudah ditutup naik 18 poin atau 0,13% di posisi Rp14.260 per dolar pada akhir pekan (15/3) kemarin.

Penguatan rupiah berlanjut, salah satunya karena indeks dolar AS kembali bergerak lebih rendah pada Senin pagi. Mata uang Paman Sam terpantau melemah tipis 0,005 poin atau 0,01% ke level 96,590 pada pukul 08.10 WIB. Sebelumnya, sudah ditutup terdepresiasi 0,190 poin atau 0,20% di posisi 96,595 pada Jumat waktu setempat.

“Pada pekan ini, kurs rupiah masih berpotensi melanjutkan penguatan. Sentimen yang mendukung penguatan rupiah adalah surplus neraca perdagangan yang dirilis Jumat lalu,” papar analis Trimegah Fixed Income Marco, Fakhrul Fulvian, dilansir Kontan. “Sentimen juga datang dari pelemahan yang dialami dolar AS.”

Pada akhir pekan kemarin, Badan Pusat Statistik (BPS) memang melaporkan bahwa neraca perdagangan Indonesia sepanjang bulan Februari 2019 mengalami surplus tipis sebesar 330 juta dolar AS. Realisasi ini membaik dari posisi neraca perdagangan bulan sebelumnya yang harus mengalami defisit sebesar 1,06 miliar dolar AS.

“Realisasi neraca perdagangan Februari ini didorong turunnya laju impor yang tajam ketimbang penurunan laju ekspor. Nilai impor sebesar 12,20 miliar dolar AS atau turun 18,61% dari Januari 2019 yang sebesar 15,31 miliar dolar AS,” jelas Kepala BPS, Suhariyanto. “ Sementara, ekspor pada bulan Februari 2019 tercatat mencapai 12,53 miliar dolar AS.”

Meski begitu, Direktur Garuda Berjangka, Ibrahim, mengatakan bahwa faktor eksternal masih lebih kuat menekan rupiah ketimbang neraca dagangan domestik yang positif. Dari Inggris, persoalan belum usai dan berdampak pada perekonomian Eropa dan Inggris yang tak jelas arah perkembangannya. Sementara, pertemuan antara AS dan China masih belu ada kesepakatan secara rinci, sehingga membuat pelaku masih diselimuti kekhawatiran.

Loading...