Mantan Petinju di Batu Geluti Budidaya Bonsai Sianci

Budidaya Bonsai Sianci - (YouTube: PasarKita)Budidaya Bonsai Sianci - (YouTube: PasarKita)

Bonsai sianci atau dikenal dengan sebutan cherry barbados saat ini rupanya mulai naik daun di kalangan para pembudidaya. Pasalnya, sejenis perdu mini ini memiliki nilai jual tinggi karena termasuk tanaman . Salah satu pembudidaya bonsai sianci di Mojorejo, , Abdullah, bahkan kini memiliki bonsai seluas 3.000 meter persegi untuk memaksimalkan kegiatan budidayanya. Tak disangka, hobinya ini menghasilkan untung berlipat karena banyak diminati oleh penghobi bonsai.

“Awalnya memang senang mengoleksi, lalu terjun bisnis karena menjanjikan. Bonsai sianci bisa mulai Rp2,5 juta hingga ratusan juta rupiah,” ujar pembudidaya bonsai sianci, Abdullah.

Bonsai adalah tanaman yang ditanam di dalam pot sebagai peniruan bentuk pohon tua yang berada di alam. Untuk mendapatkan keindahan alaminya, bonsai dirangkai sesuai kreativitas pembudidaya. Ada 5 gaya dasar pada bonsai, yaitu gaya tegak lurus, gaya tegak berliku, gaya miring, gaya air terjun, dan gaya terpelintir. Dari 5 gaya dasar ini kemudian muncul terobosan gaya-gaya baru dari para seniman bonsai.[1]

bonsai milik Abdullah sendiri sudah digeluti sejak tahun 1990-an. Awalnya, Dia membuat bonsai dari pohon cemara udang, jambu peking, kim eng, hingga pohon asem. Lambat laun, dia mengembangkan bonsai dengan bahan tumbuhan sianci. Tumbuhan sianci sendiri berasal dari Amerika Tengah dan Meksiko di ketinggian tanah 1.700 meter di atas permukaan . Tanaman ini pun menyebar ke Amerika Selatan dan hampir seluruh beriklim tropis, seperti di Indonesia.

“Proses pengembangbiakan bonsai sianci cukup mudah karena memakai cangkok dan stek. Tetapi membuat satu bonsai membutuhkan waktu lama hingga tahunan,” ungkapnya.

Pria yang pernah berprofesi sebagai petinju ini mengaku kerap mengikutsertakan bonsai sianci miliknya ke berbagai kontes tanaman hias, baik tingkat nasional, maupun internasional. Abdullah juga menyediakan bibit sianci bagi penghobi bonsai yang ingin membudidayakannya. bibit sianci ditawarkan mulai Rp100 ribu per bibitnya.

“Untuk pemasarannya, kami memaksimalkan lewat media sosial agar dapat menjangkau penjualan bonsai hingga luar kota,” tambahnya.

Selain populer sebagai tanaman hias, bonsai sianci juga menawarkan berbagai manfaat baik bagi kesehatan. Buah dari bonsai sianci pun kerap dijadikan obat untuk menyembuhkan berbagai penyakit seperti kolesterol dan diabetes.

“Buahnya dapat dimakan langsung, direbus, dan diolah menjadi selai. Dengan mengonsumsinya dipercaya dapat menurunkan tekanan darah tinggi hanya dalam 2 menit,” pungkas pria yang juga pernah berjualan buah ini.

[1] Lutfi, Abdul Hakim. Bonsai Adenium (Jakarta: Agromedia, 2007), hlm. 12

Loading...