Bisnis USD 600 Miliar Smartphone Terancam Kecerdasan Artifisial

LAS VEGAS – Sejak memperkenalkan iPhone di Las Vegas pada tanggal 9 Januari 2007, bisnis telah tumbuh sebesar 600 miliar . Handset menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan banyak orang, termasuk sebagai pemutar video, , serta pembayaran . Namun, pertumbuhan bisnis smartphone terancam dengan mulai banyaknya perangkat berbasis kecerdasan buatan (artificial intelligence atau AI).

Ketika iPhone mendominasi pada tahun 2007, itu pada dasarnya ponsel yang dikombinasikan dengan pemutar musik. Tetapi, seperti semikonduktor yang menjadi lebih kecil dan lebih kuat, smartphone kemudian mulai melahap PC, digital, sistem navigasi mobile, dan sistem permainan portabel.

Keberhasilan Apple lantas mendorong banyak lain untuk membuat smartphone mereka sendiri. Pasar handset mencapai 420 miliar dolar AS dan 88 miliar dolar AS untuk aplikasi pada tahun 2016, menurut riset asal Jerman. Sementara, eMarketer dari AS memperkirakan bahwa pasar iklan mobile global melampaui angka 100 miliar dolar AS tahun yang sama. Bisnis smartphone ini bahkan bisa lebih besar jika layanan seperti ride-hailing dan e-commerce dimasukkan.

Namun, dominasi smartphone terancam dengan kehadiran berbagai dan layanan yang berbasis AI. Echo dari Amazon.com adalah perangkat AI yang memungkinkan penggunaan perintah suara untuk mengontrol peralatan rumah, seperti peralatan audio dan pencahayaan. Perangkat cloud-connected ini juga dapat mencari musik, membaca berita, dan menjawab pertanyaan yang diberikan untuk itu. Penjualan perangkat telah mencapai 5 juta unit, dan satu alasan meningkatnya penjualan adalah bahwa Echo memungkinkan pengguna mengontrol perangkat di rumah tanpa perlu smartphone.

Sementara itu, startup asal AS, Brain of Things telah mengembangkan produk berbasis AI yang mereka sebut sebagai smart home. Ketika seseorang pulang, tirai rumah bakal terbuka secara otomatis, diikuti dengan pintu depan yang membuka. Melalui kerja sama dengan perusahaan real estate, Brain of Things menargetkan mampu menjual 20.000 rumah tersebut hingga akhir tahun 2017 mendatang.

Loading...