Bisnis Tambang dan Kelapa Sawit Merugi, ACC Terlilit Masalah Kredit Macet

www.acc.co.id

Jakarta – Lesunya di sepanjang tahun 2015 lalu membawa dampak kurang mengenakkan bagi beberapa perusahaan pembiayaan, salah satunya PT Credit Companies yang mengaku terlilit persoalan macet nasabahnya.

Dikatakan oleh Chief Executive Companies Astra Credit Companies Jodjana Jody, kegiatan usaha nasabah ACC di sektor pertambangan dan kelapa sawit lah yang tersendat paling parah.

“Kondisi kredit macet tersebut banyak terjadi di wilayah Kalimantan. Tahun lalu, kami dengan berat hati menarik kendaraan komersial dari para klien,” katanya.

Meski begitu, pihak ACC mengaku kesulitan menjual kembali kendaraan operasional maupun komersial yang disita tersebut lantaran daya sedang rendah-rendahnya.

“Kerugian kami meningkat 60%, dimana 40%-nya disebabkan oleh kendaraan komersial. Begitu truk di tarik, kami mencatat kerugian Rp 150 juta,” ungkap Jody.

PT Astra Sedaya dan Astra Credit Companies (ACC) sendiri mencatat penurunan laba di tahun 2015. Laba PT Astra Sedaya 17% dari tahun 2014 menjadi Rp 969 miliar. Sedangkan Astra Credit Companies (ACC) mencatat penurunan laba 16,9% menjadi Rp 1,08 triliun pada tahun 2015.

Di tahun ini, ACC yang tak ingin bernasib sama seperti tahun sebelumnya mematok laba hingga Rp 1,3 triliun. Sementara PT Astra Sedaya Finance, menetapkan target labanya pada angka Rp 1,17 triliun.

Loading...