Bisnis semut jepang datangkan omzet hingga 21 juta perbulan.

Semut Jepang - infoduniawanita.xyz

Semut, atau dalam dikenal dengan sebutan Ari, merupakan yang diyakini mampu memberikan yang baik . Disebut sebagai serangga kesetiaan, semut jepang relatif mahal dan bervariasi tergantung dari tiap penjual.

Dalam perkembangannya, semut jepang dijadikan pengobatan alternatif yang diyakini mampu mengobati berbagai macam , seperti kolestrol tinggi, diabetes hingga asam lambung. Khasiat semut jepang mulai diketahui oleh masyarakat luas sejak tahun 2015 lalu. Namun sejatinya, semut jepang bukanlah jenis semut melainkan kumbang Tenebrionidae.

“Itu jenisnya dari genus Ulomoides yang sekarang banyak diperdagangkan di . ‘semut’ ini juga tak berasal dari Jepang, tetapi secara alami memiliki habitat di . Mungkin disebut semut jepang biar lebih menarik. Padahal kalau saya telusuri kumbang ini diaplikasikan riset di China dan Amerika Selatan, di Jepang sendiri enggak terlalu ramai,
” kata Pramesa Narakusumo, seorang peneliti serangga dari Laboratorium Entomologi Serangga. Pengetahuan Indonesia atau LPI.

Semut Jepang juga dianggap mampu memberikan energi tambahan, anda yang memiliki aktivitas yang padat misalnya membutuhkan energi ekstra dalam berkegiatan rutin, semut jepang dapat menjadi vitamin dalam tubuh yang menambah vitalitas baik pria ataupun wanita. Sehingga akan menambah stamina dan kekuatan dalam tubuh.

Banyaknya masyarakat yang percaya terhadap khasiat semut jepang tersebut, berpengaruh dengan banyaknya orang yang tertarik untuk menjual semut jepang. Tidak hanya bermanfaat bagi kesehatan, berbisnis Semut Jepang juga diyakini mendatangkan peluang usaha sampingan di rumah.

Tak terkecuali Wisnu Erlangga, seorang pria pembibit semut Jepang asal Cirebon, Jawa Barat. Berkat ketelatenannya dalam membibit semut Jepang, Wisnu bisa menjual hingga 7.000 ekor semut dan mengantongi omzet Rp 21 juta tiap bulan.

Modal awal Wisnu kala memulai usaha pembibitan semut Jepang tersebut hanya Rp 300 ribu saja. Modal tersebut dipakainya untuk membeli bibit semut jepang dan membeli bahan penunjang usaha ternak semutnya seperti kapas dan pakan berupa ragi serta toples plastik bekas yang digunakananya sebagai media pemeliharaan semut jepang.

Wisnu menceritakan bahwa awal mula ia mengelola bisnis semut jepang adalah pada saat itu ayahnya mengidap sakit asam urat dan darah rendah. Lantas ia mencari referensi pengobatan tradisional yang mampu mengobat penyakit ayahnya tersebut. Tak perlu menunggu lama Wisnu akhirnya gencar mencari info penjual semut Jepang. Ia pun mendapatkannya dari penjual semut Jepang di daerah Mojokerto, Jawa Timur.

“Dulu semut ini sangat jarang, sekalinya ada harganya mahal, sehingga selain untuk memenuhi pengobatan orangtua, saya pun tertarik memeliharanya. Sehingga selain bisa dikonsumsi sendiri juga bisa kita jual,” tutur Wisnu yang dikutip dari Tabloid Peluang Usaha.

Salah seorang penjual semut jepang lainnya yang merasakan laba dari penjualan semut jepang yaitu, Hanipan. Ia mengaku sejumlah mengalami perbaikan kondisi setelah mengonsumsi semut jepang peliharaannya.

“Pernah ada yang dari Kemayoran datang jalannya pakai tongkat, kakinya luka nggak kering. Dua kali beli semut jepang pas yang kedua sudah mendingan nggak pakai tongkat lagi,” kata Ipan yang dilansir dari detikHealth.

Perhitungan harga per ekornya adalah 1000 hingga 3000 rupiah kepada pembeli yang merupakan pengguna langsung. Sementara untuk konsumen reseller harga jualnya berkisar 500 hingga 1000 rupiah per ekornya.

Loading...