Bersifat Permanen, Biaya Steril Kandungan Capai Jutaan Rupiah

Biaya Steril Kandungan - bbabymagazine.co.ukBiaya Steril Kandungan - bbabymagazine.co.uk

Steril kandungan atau tubektomi bagi menjadi salah satu KB yang dipilih oleh banyak pasangan suami istri berusia paruh baya. Dengan menjalani KB yang bersifat ini, pasangan suami untuk bisa memiliki keturunan lagi sangat kecil. Steril kandungan dilakukan dengan memotong atau mengikat saluran tuba falopi untuk menghalangi bertemunya telur dan sperma. steril kandungan sangat beragam, bisa mencapai jutaan di rumah sakit.

Dilansir dari Alodokter, biaya steril kandungan di RS Immanuel Bandung berkisar mulai Rp1,82 juta, lalu di RSIA Kirana Sidoarjo mulai Rp4,5 juta, Mayapada Hospital Jakarta Selatan mematok mulai Rp8,32 juta, RS Yadika Pondok Bambu mulai Rp3 jutaan, RS Premier Jatinegara mulai Rp9,1 juta, Siloam Hospitals Surabaya mulai Rp6 juta, RS Citra Medika Depok mulai Rp5,8 juta, RSIA Paramount Makassar mulai Rp12 jutaan, hingga di SamMarie Wijaya mulai Rp10 juta.

Walaupun biaya sterilisasi rahim atau tubektomi mungkin dirasa mahal bagi beberapa orang, rupanya pemerintah menanggung biaya steril kandungan melalui BPJS . Hal ini dipertegas melalui Peraturan Presiden Nomor 19 Tahun 2016. Pelayanan KB yang dijamin BPJS meliputi konseling, pelayanan kontrasepsi termasuk vasektomi dan tubektomi, yang bekerjasama dengan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN).

Meskipun bersifat permanen, wanita yang menjalani metode kontrasepsi ini ternyata masih dapat punya anak lagi. “Ikatan masih bisa dibuka, prosedur ini dinamakan tubal anastomosis,” ucap dr Hari Nugroho SpOG dari RSUD Dr Soetomo Surabaya, seperti dilansir Detik.

Lebih lanjut dr Hari menjelaskan, prosesnya dilakukan dengan membuka ikatan atau klip atau karet. Pasalnya, metode sterilisasi kandungan sendiri bisa menggunakan berbagai cara. Jika “ikatan” sudah dibuka, dokter akan melakukan penyambungan kembali bagian yang terpotong.

Tingkat keberhasilan penyambungan kembali “ikatan” tersebut tergantung dari usia sang wanita, sterilisasi yang dilakukan sebelumnya, serta berapa lama sterilisasi dilakukan. “Untuk pembukaan tubektomi pun tidak ada perbedaan jika sebelumnya si ibu melahirkan melalui operasi caesar atau bersalin normal,” tutup dr Hari.

Loading...