Penting untuk Perusahaan Pangan, Segini Biaya Sertifikasi ISO 22000

Seseorang sedang membeli bahan makananIlustrasi : Seseorang sedang membeli bahan makanan

ISO atau International Organization for Standardization adalah standardisasi untuk berbagai aspek bisnis. Standarisasi ini terdiri dari berbagai , mulai dari ISO 9001, ISO 14001, ISO 45001, hingga ISO 22000. Masing-masing ISO tersebut mewakili aspek tertentu. Misalnya saja untuk sertifikat ISO 22000 adalah sistem manajemen keamanan panganan global yang ditujukan untuk semua rantai pasokan , mulai dari petani dan produsen, lalu ke pengolah dan pengepak, sampai ke bagian transportasi dan penjualan. ISO 22000 sendiri memang dikenal cukup mahal.

ISO 22000 cakupannya juga meluas hingga ke pemasok produk dan jasa non makanan seperti pabrik pembersihan maupun peralatan. Sertifikasi satu ini pun dapat diterapkan untuk organisasi dalam berbagai ukuran. Standar ISO 22000 fokus pada kepastian rantai pasokan, serta apakah prinsip sistem manajemen telah diterapkan dan sesuai dengan prinsip HACCP dari Codex Alimentarius.

Berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan RI No. 16/PMK.05/2019 Tanggal 14 Februari 2019 tentang Tarif Badan Umum Badan Umum Balai Besar Agro pada Kementerian Perindustrian, tarif sertifikasi ISO 9001:2008 / HACCP/ ISO 22000 (6 mandays) di Balai Besar Argo (BBIA) Rp16 juta, sedangkan untuk 8 mandays biaya sertifikasinya mencapai Rp20 juta.

Dengan memiliki sertifikasi ISO 22000 dinilai dapat menunjukkan komitmen dalam keamanan , melindungi , membangun kepercayaan para pemangku kepentingan, hingga meminimalisir terjadinya penarikan dan produk dan proses hukum.

Tak hanya di BBIA, sertifikasi ISO 22000 juga bisa diperoleh melalui Sucofindo yang merupakan BUMN inspeksi pertama di Indonesia. Selain ISO 22000, sertifikasi SNI ISO 28000:2009 juga dianggap penting untuk menjamin keamanan dan ketahanan bisnis melalui penguatan terhadap keamanan rantai pasokan perusahaan.

“SUCOFINDO telah menerbitkan lebih dari 40 sertifikat SNI ISO 28000:2009 untuk perusahaan dari berbagai industri dan ke depannya termasuk perusahaan yang mengelola objek vital nasional,” kata Kepala SBU Sertifikasi & Ecoframework, Triyan Aidilfitri, seperti dilansir Kontan. Sucofindo sendiri mempunyai 60 titik layanan yang tersebar di berbagai penjuru Indonesia, serta sudah dikelola secara terpadu dan sekaligus didukung ahli dalam berbagai bidang.

Loading...