Berguna untuk Diagnosis Berbagai Penyakit, Berapa Biaya Rekam Otak?

Pemeriksaan rekam otak atau elektroencephalogram (EEG) - pingpoint.co.id

pada seseorang dapat dipetakan dengan menggunakan pemeriksaan rekam atau elektroencephalogram (EEG). Biaya rekam ini bisa sangat beragam, tergantung di mana pemeriksaan dilakukan. Biasanya, biaya EEG berkisar di angka ratusan ribu hingga jutaan rupiah untuk sekali pemeriksaan.

“Elektroencephalogram mencatat impuls listrik pada otak seseorang melalui aktivitas yang direkam oleh lembaran-lembaran yang ditempelkan pada kepala untuk kemudian hasilnya dialirkan melalui kabel dan dibaca oleh EEG,” kata dr. Nugraha Arief, seperti dilansir Alodokter.

Electroencephalografi dapat dipakai untuk mendiagnosis berbagai jenis indikasi, seperti gangguan tidur, cedera kepala, infeksi otak, perdarahan otak, penyakit Alzheimer, degenerasi jaringan otak, kondisi metabolik yang mempengaruhi jaringan otak, epilepsi, kondisi hormonal yang mempengaruhi jaringan otak, gangguan tertentu dari sistem saraf pusat, stroke, tumor otak, kejang, dan sebagainya.

yang disarankan melalui EEG umumnya merupakan pasien yang mengalami kejang, tak sadarkan diri, nyeri kepala sebelah menahun, gangguan gerak yang tak terkendali, dan masih banyak lagi. Prosedur pemeriksaan non-invasif ini pun membutuhkan waktu yang tak terlalu lama, sekitar 30 menit saja.

Adapun biaya rekam otak di Siloam Hospitals Bogor berkisar mulai Rp490 ribu, di RS Immanuel Bandung mulai Rp705 ribu, RS Awal Bros Tangerang mulai Rp612 ribu, RS Mitra Husada Tangerang mulai Rp200 ribu, Rumah Sakit Mitra Keluarga Depok mulai Rp800 ribu, di Mayapada Hospital Jakarta Selatan Mulai Rp1 jutaan, Parahita mulai Rp750 ribu, hingga di RS Permata Bekasi tarifnya mulai Rp1,1 jutaan.

Meskipun biaya rekam otak atau EEG cukup mahal, kabarnya peserta BPJS Kesehatan bisa menjalani tes tersebut tanpa dipungut biaya alias gratis karena ditanggung oleh pihak BPJS. “Dengan bantuan dari pemerintah, saya bisa menjadi peserta program BPJS Kesehatan. Sebagai peserta penerima bantuan iuran (PBI), premi bulanan saya ditanggung pemerintah. Menjadi peserta BPJS Kesehatan sangat membantu saya ketika sakit dan membutuhkan perawatan,” kata Winda Setianingsih, warga Kampus Cicadas, Bandung.

Menurut Winda, seluruh biaya pengobatan di RSUP Hasan Sadikin (RSHS) ketika ia didiagnosis mengalami infeksi cairan otak telah dicover oleh BPJS Kesehatan. “Kontrol rutin yang saya harus lakukan pun bebas biaya. Saya merasa sangat terbantu dengan menjadi peserta JKN-KIS ini,” ungkapnya.

Loading...