Membantu Kehamilan, Biaya Program Inseminasi Buatan Lebih Murah dari Bayi Tabung

Biaya Program Inseminasi Buatan - www.groupon.nlBiaya Program Inseminasi Buatan - www.groupon.nl

Setiap pasangan yang telah menikah tentu mendambakan adanya momongan dalam mereka. Tak heran jika kemudian mereka rela melakukan apa saja agar dapat segera memiliki . Sayangnya, tak semua pasangan dianugerahi keberuntungan yang sama. Saat ini sebenarnya sudah ada beberapa program hamil (promil) yang bisa dilakukan, mulai dari program tabung hingga inseminasi buatan. Biaya program inseminasi buatan bahkan kabarnya lebih murah dibandingkan tabung.

Menurut dr Batara Imanuel Sirait SpOG(K), dari klinik Morula IVF, perbedaan dari inseminasi dan bayi tabung adalah tempat terjadinya . Dalam inseminasi, akan menyemprotkan sperma yang telah ditingkatkan kualitasnya ke dalam rahim dan kemudian pembuahan akan terjadi secara normal.

“Sedangkan pada bayi tabung, sperma dan telur dari masing-masing pasangan diambil, lalu dipertemukan di , dan dimasukkan ke dalam rahim ketika sudah berbentuk embrio,” ujar dr. Batara.

Inseminasi buatan menjadi salah satu prosedur untuk mengatasi masalah infertilitas dengan menempatkan sperma langsung di dalam rahim ketika pelepasan sel telur (ovulasi). Prosedur ini dilakukan untuk meningkatkan sperma yang bisa mencapai saluran indung telur (tuba falopi), agar terjadi pembuahan dan kehamilan.

“Sebelum inseminasi, sperma suami akan melalui wash atau disaring terlebih dahulu untuk memilih sperma dengan kualitas terbaik,” imbuh dr. Yassin Yanuar MIB, SpOG, Msc. Dalam ini, suami akan diminta mengeluarkan sperma dan menunggu washing selama beberapa jam. Kemudian sperma akan disuntikkan dalam rongga rahim . Sebelum menjalani tersebut, dokter pun akan memeriksa dan memastikan telur sudah matang dan siap menerima sperma.

Biaya program inseminasi totalnya berkisar antara Rp8 juta hingga Rp14 juta, sedangkan program biaya tabung bisa menghabiskan Rp80 juta hingga Rp100 jutaan. Adapun persentase keberhasilan untuk tiap tindakan ternyata berbeda-beda. Jika secara ilmiah, persentase keberhasilan hamil akan lebih tinggi pada program bayi tabung dibandingkan inseminasi.

Inseminasi sendiri juga baru bisa dilakukan dengan syarat kondisi seorang wanita harus benar-benar sehat, terutama pada saluran indung telurnya. Inseminasi buatan tidak disarankan untuk wanita yang memiliki kelainan pada tuba falopi, misalnya saja terjadi penyempitan tuba falopi akibat radang panggul.

Loading...