Biaya Produksi Ratusan Ribu Rupiah, Usaha Pembuatan Hebel Dinilai Menguntungkan

Bata Ringan Hebel - www.bukalapak.com

Sejak beberapa tahun terakhir, bata ringan atau yang kerap disebut hebel ternyata banyak disukai oleh masyarakat dibandingkan bata merah pada umumnya. Hebel dianggap memiliki sejumlah kelebihan yang menjadikannya disukai. Oleh sebab itu banyak produsen yang kini berbondong-bondong memulai bata ringan. Berbeda dari batu bata biasa, hebel dibuat dengan cetakan khusus, sehingga hasilnya cenderung seragam.

yang dibutuhkan untuk produksi hebel sendiri beberapa tahun lalu kabarnya mencapai Rp 600-700 juta. Kemudian untuk produksi hebel berkisar Rp 400 ribuan per meter kubik (m3). “Itu sudah termasuk gaji pegawai dan listrik,” kata Junaidi Hasan, Manajer Pemasaran bata ringan di Jakarta, seperti dilansir Kontan.

Sementara itu untuk margin laba atau keuntungan dari produksi hebel per meter kubik kabarnya dapat mencapai hampir 40%. Sebagai contoh, jika ongkos produksi sekitar Rp 640 ribu per meter kubik, maka bata ringan bisa dengan harga Rp 800 ribu per meter kubik.

baku yang dibutuhkan untuk membuat bata ringan pun ada bermacam-macam, misalnya seperti pasir, semen, dan foam concrete sebagai generator. Untuk membuat 1 m3 bata ringan setidaknya membutuhkan 400 liter pasir, 250 kg semen, dan 1 liter foam. “Mesinnya ada macam-macam. Ada foam refrigerator, mixer, screen, conveyor, cetakan plastik sebanyak 500 set, kompresor, frame cetakan 10 set, dan chem foam agent satu drum (isi 200 liter),” bebernya.

Harga satu mesin pembuat bata ringan tersebut bisa mencapai Rp 170 jutaan. Walau modal yang dibutuhkan untuk memulai usaha pembuatan bata ringan cukup besar, menurut Junaidi balik modal dari bisnis ini bisa kurang dari setahun. “Saya memperkirakan, balik modalnya bisa mulai 7 bulan sampai 13 bulan,” ujarnya. Hal ini tentunya dipengaruhi oleh jumlah produksi dan penjualan bata ringan setiap harinya.

Sebagai informasi, bata ringan atau hebel dikenal memiliki sejumlah keunggulan seperti pengerjaan yang lebih cepat dari bata biasa, memiliki kekedapan yang baik, mempunyai ketahanan yang baik terhadap gempa bumi, dan cenderung kedap air. Namun sayangnya, hebel punya beberapa kelemahan seperti pemasangan yang harus memakai perekat khusus seperti semen instan dan dari segi harga relatif lebih mahal dari bata merah.

Loading...