Mahalnya Biaya Perpanjang STR Banyak Dikeluhkan oleh Bidan Honorer

Biaya Perpanjang STR - perspective.opers.orgBiaya Perpanjang STR - perspective.opers.org

Sebagai tenaga kesehatan yang berhubungan langsung dengan penanganan kesehatan masyarakat yang melakukan persalinan, rupanya diwajibkan untuk memiliki Tanda Registrasi (STR). Berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan Republik Nomor 39/Menkes/SK/III/2007 tentang Standar Profesi Bidan, salah satu di dalamnya berisi standar kompetensi bidan di Indonesia, sebagai landasan untuk melakukan asuhan kebidanan pada individu, keluarga, dan masyarakat. Sayangnya, registrasi dan perpanjang STR bidan kabarnya cukup mahal.

Menurut Wakil Ketua Komunitas Peduli Kesehatan Reproduksi, Agustina Doren, sulitnya memperoleh STR dan ribetnya STR, serta biaya STR yang cukup mahal rupanya menjadi hal yang memberatkan para bidan. “Hal ini mengakibatkan setelah lulus perkuliahan, banyak tenaga kesehatan khususnya bidan cenderung menganggur cukup lama, karena tidak bisa bekerja bila belum memiliki STR,” kata Agustina, seperti dilansir Genial.

Agustina menambahkan, STR harus diperpanjang setiap 5 tahun sekali oleh seluruh bidan di Indonesia. Saat perpanjangan STR pun bidan diharuskan mengikuti MU (Midwifery Update) yang berfungsi sebagai pendidikan berkelanjutan dengan memberi penyegaran, meningkatkan dan mempertahankan kompetensi bidan.

Di samping itu, para bidan pun masih harus ikut APN walaupun APN bukanlah persyaratan wajib asalkan nilai SKP (Satuan Kredit Profesi) seorang bidan telah memenuhi standar. Pasalnya, bidan yang tak memiliki STR dilarang untuk melakukan tindakan medis terhadap pasien. “Permasalahan yang terjadi saat ini adalah biaya perpanjangan STR bidan tak setara dengan gaji yang didapat. Apalagi sejumlah bidan yang masih menjadi tenaga honorer di Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas),” ucapnya.

Hal ini ternyata dirasakan oleh sejumlah bidan honorer di Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Lapai, Kecamatan Ngapa, Kabupaten Kolaka Utara (Kolut), Sulawesi Tenggara (Sultra). Mereka mengeluhkan biaya perpanjang Surat Tanda Register (STR) bidan untuk melakukan Pelatihan Asuhan Persalinan Normal (APN) mencapai Rp4 juta sampai Rp5 juta per sekali ikut kegiatan.

“Kalau mau perpanjang STR, ada lagi aturan baru, harus ikut kegiatan APN semacam praktek tapi harus bayar sekitar Rp5 juta sekali ikut. Untung kalau lulus,” kata salah seorang bidan honorer bernama Gusriani.

Kemudian usai membayar Rp5 juta seperti yang ditentukan oleh Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Sultra, ia masih harus mengeluarkan biaya lagi sebesar Rp1,8 juta untuk perpanjangan STR. “Teman-teman yang lain juga keluhkan masalah biayanya perpanjangan STR. Itu diperpanjang setiap lima tahun sekali,” akunya.

Loading...