Biaya Overhead Pabrik Terkendali, Laba Bank Meningkat

Direktur Utama Bank Syariah Mandiri (BSM), Agus Sudiarto - nusakini.com

overhead bisa dikatakan sebagai tersendiri yang tidak termasuk dalam biaya maupun biaya langsung, yang digunakan sebagai persiapan untuk pengeluaran tidak terduga. Meski harus dipersiapkan, namun jika perusahaan mampu meminimalkan biaya overhead ini, maka keuntungan yang diperoleh bisa lebih besar.

Pada tahun lalu, laba bersih yang mampu diraih PT Syariah sebesar Rp325,4 miliar atau meningkat 12,38 persen jika dibandingkan tahun sebelumnya di angka Rp289,6 miliar. Pencapaian laba tersebut terutama berasal dari perbaikan aktiva produktif yang mencatatkan perbaikan NPF (gross) dari semula 6,1 persen per Desember 2015 menjadi 4,9 persen per Desember 2016.

“Selain berasal dari perbaikan kualitas aktiva produktif, juga ditopang oleh meningkatnya pendapatan bersih, pengendalian biaya overhead, serta penghematan biaya SKPN,” jelas Utama Bank Syariah Mandiri (BSM), Agus Sudiarto. “Untuk aspek efisiensi perseroan, BSM mampu menekan biaya operasional menjadi 94,12 persen per Desember 2016 serta Cost to Income Ratio (CER) yang mencapai 61,19 persen.”

Pentingnya pengendalian biaya overhead pabrik juga dilakukan oleh Bank Central Asia atau BCA, yang mengimbangi peningkatan biaya overhead dengan menjaga margin bunga bersih sehingga mampu mempertahankan profitabilitas dengan cukup baik. Sepanjang semester pertama 2015, BCA mampu meraup laba bersih senilai Rp8,5 triliun, atau naik 8,8 persen secara year-on-year dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya.

“Peningkatan biaya overhead sebagai dampak dari ekspansi jaringan dan pelemahan nilai tukar rupiah serta adanya peningkatan biaya tenaga kerja dapat diimbangi dengan menjaga margin bunga bersih,” papar Presiden Direktur BCA, Jahja Setiaatmadja, saat itu. “Jadi, secara keseluruhan, BCA mampu mempertahankan profitabilitas dengan cukup baik.”

Loading...