Buka Pendaftaran MI dan MTs, Ini Biaya Masuk Pesantren Al Zaytun Tahun 2020

Pondok Pesantren Al Zaytun- www.al-zaytun.sch.id

Seiring pergantian tahun , Al Zaytun juga membuka baru untuk tahun akademik 2020/2021. Pesantren yang berada di kawasan Indramayu tersebut membuka penerimaan untuk jenjang madrasah ibtidaiyah (setingkat SD) dan madrasah tsanawiyah (setingkat SMP) dengan masuk yang terdiri dari beberapa komponen.

Dilansir dari situs resminya, untuk mereka yang hendak melanjutkan pendidikan ke jenjang madrasah ibtidaiyah, akan dikenakan biaya pendaftaran sebesar Rp1.000.000, sedangkan biaya pendaftaran untuk jenjang madrasah tsanawiyah sebesar Rp1.500.000. Meski biaya pendidikan ditanggung sepenuhnya oleh Yayasan Pesantren Indonesia, para santri masih akan dikenakan biaya lain-lain.

Untuk jenjang madrasah ibtidaiyah misalnya, ada biaya konsumsi Rp500.000 per bulan, biaya listrik Rp25.000 per bulan, biaya perawatan asrama Rp250.000 per tahun, biaya perlengkapan kamar Rp400.000 untuk tiga tahun, serta biaya lain-lain. Sementara, untuk jenjang madrasah tsanawiyah, ada biaya konsumsi sebesar Rp800.000 per bulan, biaya listrik Rp25.000 per bulan, biaya perawatan asrama Rp250.000 per tahun, biaya perlengkapan kamar Rp400.000 untuk tiga tahun, dan biaya lain-lain.

Pendaftaran Pesantren Al Zaytun sendiri sudah dibuka mulai tanggal 1 Februari hingga 20 Juni 2020, secara online maupun offline. Nantinya, peserta diwajibkan mengikuti serangkai , seperti kesehatan, lisan, serta tertulis pada tanggal 21 hingga 25 Juni. Pengumuman kelulusan seleksi akan dilaksanakan pada tanggal 26 Juni 2020 dan kelas dimulai 1 Juli 2020.

Pada tahun 2019 lalu, Pondok Pesantren Al Zaytun sempat menjadi perbincangan ketika pimpinan mereka, Panji Gumilang, memborong tunai 19 unit mobil Isuzu MU-X untuk kendaraan operasional. Saat itu, Panji menuturkan bahwa pihaknya merupakan pelanggan yang telah lama menggunakan mobil merk Isuzu, sehingga memilih sport utility vehicle MU-X.

Dijelaskan, pusat pendidikan Al Zaytun saat ini memiliki dosen sebanyak 50 orang, guru 300 orang, dan staf kampus sekitar 400 orang. Mereka membina sekitar 10.000 santri yang menimba ilmu di sana, mulai dari tingkat dasar hingga perguruan tinggi Strata 1. Mobil MU-X itu dipakai untuk antar-jemput dosen dan guru dari berbagai daerah, termasuk dari Surabaya.

Loading...