Harus Sesuai Indikasi Medis, Segini Biaya Maksimal yang Ditanggung BPJS

BPJS Kesehatan - www.ayosemarang.comBPJS Kesehatan - www.ayosemarang.com

Kehadiran dinilai sangat membantu masyarakat Indonesia untuk memperoleh layanan yang layak. Cukup dengan rutin membayar iuran keanggotaan tiap bulan, peserta Kesehatan bisa memperoleh berbagai pelayanan kesehatan sesuai dengan ketentuan indikasi medis yang ditetapkan secara atau tanpa dipungut . Namun sebelumnya, perlu memahami bahwa BPJS menerapkan aturan mengenai maksimal untuk sejumlah layanan.

Sebagai contoh, untuk persalinan normal (pervaginam) di bidan biaya maksimal yang ditanggung BPJS adalah Rp700 ribu, sedangkan persalinan normal di dokter kandungan Rp800 ribu. Kemudian ada juga prosedur operasi seperti transplantasi ginjal untuk BPJS kelas 1 yang ditanggung sebesar Rp417 juta, radioterapi antara Rp6 juta sampai Rp30 juta, hingga kemoterapi Rp4,5 juta sampai Rp11,5 juta.

Selain tindakan medis, ada juga beberapa alat kesehatan yang ditanggung oleh BPJS. Misalnya kacamata dengan biaya Rp300 ribu untuk kelas I, Rp200 ribu untuk kelas II, dan Rp150 ribu untuk kelas III. Kemudian alat bantu dengar (ABD) maksimal Rp1 juta hingga protesa gigi (gigi palsu) maksimal Rp1 juta.

Di masa pandemi (Covid-19) seperti sekarang, kabarnya pasien Covid-19 juga ditanggung oleh . Berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan (KMK) RI Nomor HK.01/07/MENKES/446/2020, tentang Petunjuk Teknis Klaim Penggantian Biaya Pelayanan Pasien Infeksi Emerging Tertentu Bagi Rumah Sakit Yang Menyelenggarakan Pelayanan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19), pembiayaan pasien yang dirawat dengan infeksi emerging (PIE) dapat diklaim ke Kementerian Kesehatan melalui Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan.

“Klaim pembiayaan tersebut berlaku bagi pasien yang dirawat di Rumah Sakit yang melakukan pelayanan Penyakit Infeksi Emerging (PEI) tertentu. Dengan demikian, sesuai dengan ketentuan di atas, maka klaim pembiayaan bisa diberikan kepada Rumah Sakit yang melakukan pelayanan PIE tertentu. Termasuk di dalamnya adalah rumah sakit lapangan atau rumah sakit darurat yang didirikan di lokasi tertentu selama kondisi darurat dan masa tanggap darurat bencana,” kata Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito, seperti dilansir Riauonline.

Loading...