Ajari Berbagai Teknik Olah Vokal, Ini Biaya Les Vokal KBL

Les Vokal Karunia Bersama Lucky - www.kblintercon.comLes Vokal Karunia Bersama Lucky - www.kblintercon.com

Karunia Bersama Lucky (KBL) Performing Art merupakan salah satu tempat yang menawarkan berbagai jenis , mulai dari les vokal, vokal kontemporer, koreografi, musik, stage act, dan masih banyak lagi. Di tempat yang terletak di Hypermall Ruko KTC Blok C No. 10, Jl. Boulevard Barat Raya ini para siswa dapat mengasah kemampuannya dengan yang beragam, tergantung jenis kelas yang diikuti.

Untuk mengikuti les vokal di KBL, siswa akan dikenai biaya Rp300 ribu, kemudian untuk biaya kursusnya beragam, mulai dari Rp600 ribu hingga Rp1,5 jutaan, tergantung kelasnya, apakah basic, intermediate, advance, atau executive. Untuk ujian kenaikan tingkat, akan dikenai biaya lagi sebesar Rp200 ribu. Besaran biaya tersebut berlaku seragam untuk semua umur.

“Everyone is an artist. Setiap orang punya cita . Setiap orang bisa berkesenian. Tergantung stimulasi yang dia dapatkan. Jika seseorang berada dalam yang kaya akan , maka setiap orang adalah artis,” kata Lucky Tampilang, Chief Instructor Vocal KBL, seperti dilansir Brilio.

Menariknya lagi, KBL kabarnya melakukan evaluasi kenaikan tingkat setiap 6 bulan sekali dan mereka pun memfasilitasi murid dalam event off air maupun on air. Selama proses belajar berlangsung pun orang tua atau pendamping diperkenankan untuk mengikuti.

“Di KBL beragam talenta muda berbakat Indonesia secara berjenjang diasah kemampuannya agar dapat unjuk gigi di kehidupan mereka serta di panggung dunia,” terang Lucky.

Selama belajar di Karunia Bersama Lucky pun para siswa tak hanya diajarkan untuk mengolah vokal, tetapi juga memaksimalkan otot-otot pita suaranya. Metode yang dipakai namanya muscle coordination, guna menghasilkan vokal yang optimal. Tak hanya itu, siswa yang kursus di KBL pun diajari cara menyanyi dari hati dan mampu bercerita lewat lagu.

“KBL hadir untuk mengangkat bakat yang dimiliki anak-anak. Karena bakat saja tidak cukup jika tidak diasah. Harus ada stimulasi misalnya institusi pendidikan seperti KBL yang mampu mengangkat berkesenian anak yang ditata agar jenjangnya jelas supaya si anak menjadi artis yang profesional,” tandas Lucky.

Loading...