Biaya Lebih Murah, Banyak Lansia Manfaatkan Layanan Pasang Gigi Palsu di Puskesmas

pasang Gigi palsu

Keberadaan gigi tiruan atau gigi palsu (protesa) memang sangat bermanfaat, terutama bagi kalangan orang-orang lanjut usia (lansia). Layanan pembuatan gigi palsu pun tak hanya disediakan di dokter gigi yang ada di saja, tapi juga menjangkau sejumlah Puskesmas yang ada di seluruh Indonesia. Jika dibandingkan dengan klinik gigi biasa, pasang gigi palsu di Puskesmas memang relatif lebih bagi berbagai lapisan masyarakat.

Seperti diketahui, pengguna gigi tiruan sebagian besar adalah para lansia. Namun pada kenyataannya, dalam kehidupan sehari-hari lansia yang menggunakan gigi palsu kerap mengalami berbagai kendala, misalnya saja kesulitan bicara dan menyantap makanannya.

“Kehilangan semua gigi akan menyebabkan lansia kurang jelas berbicara, estetika berkurang, dan mengunyah berkurang. Pengucapan huruf S biasanya tidak jelas,” kata Prof. Suzan Elias, Guru Besar Ilmu Prostodonsia Fakultas Gigi Universitas Trisakti, seperti dilansir Jamsos Indonesia.

Untuk mengatasi permasalahan tersebut, lansia dapat menggunakan gigi tiruan. Selain membantu memperbaiki penampilan, gigi tiruan juga dapat membantu lansia memperbaiki kejelasan saat berbicara dan kemampuan dalam mengunyah makanan. Meski demikian, penggunaan gigi tiruan harus tetap memperhatikan mulut.

“Perlu disadari, penggunaan gigi tiruan tetap memiliki keterbatasan. Misalnya, gigi tiruan bisa bergeser ketika dipakai mengunyah atau kurangnya tekanan pada saat mengunyah. Biasanya pada awal-awal menggunakan gigi tiruan, seseorang akan merasa mulutnya penuh dan pergerakan lidah terbatas. Selain itu, produksi air liur juga sedikit bertambah serta sulit makan dan berbicara. Pengguna gigi tiruan perlu penyesuaian,” ungkapnya.

Oleh sebab itu pasien perlu rutin menyikat gigi serta memeriksakan kondisi giginya setiap 6 bulan sekali. Biaya pemasangan gigi palsu di Puskesmas sendiri cukup bervariasi di setiap kota. Sebagai contoh, di puskesmas Kabupaten Kulon Progo menetapkan tarif di angka sekitar Rp 109.300 untuk protesa gigi lepasan pada 1 gigi pertama, sedangkan tambahan 1 gigi berikutnya dikenai biaya Rp 44.300.

Lain lagi dengan Gunung Kidul, biaya protesa plat dan satu gigi di sana sekitar Rp 141.500. Sedangkan di Puskesmas Jakarta biayanya berkisar mulai dari Rp 75 ribuan per gigi tiruan acrylic. Jika ingin memasang gigi tiruan untuk satu rahang dikenai biaya sekitar Rp 400 ribuan.

Loading...