Biaya Tiket Masuk Objek Wisata Tanah Lot Bakal Naik, Kapan?

Wisata Tanah Lot - www.baligetaway.co.idWisata Tanah Lot - www.baligetaway.co.id

wisata Tanah Lot di Bali telah menerapkan sistem atau e-ticketing sejak Oktober 2019 lalu. Pada tahun 2020 ini pihak manajemen DTW Tanah Lot juga berencana untuk menaikkan biaya masuk Tanah Lot. Seperti diketahui, atau masuk Tanah Lot dipatok Rp20 ribu per orang dewasa, sedangkan untuk anak-anak dikenai tarif Rp15 ribu. Lalu untuk sepeda motor Rp2.000 dan mobil Rp5.000.

Menurut Manajer Operasional DTW Tanah Lot I Ketut Toya Adnyana, rencana kenaikan tarif masuk Tanah Lot telah disampaikan pada Bupati Tabanan dan tinggal menanti persetujuan. “Kami sudah bersurat (ke Bupati Tabanan). Jadi tinggal menunggu keputusan ibu pimpinan,” katanya, seperti dilansir Jawapos.

Kenaikan tiket masuk yang akan diberlakukan pada 2020 ini kabarnya berkisar antara Rp5 ribu sampai Rp15 ribu, tergantung tiket. Misalnya saja tiket untuk anak domestik yang kini dibanderol Rp15 ribu akan dinaikkan jadi Rp20 ribu. Selanjutnya untuk tiket dewasa domestik juga naik dari Rp20 ribu jadi Rp35 ribu.

Sementara itu, untuk tiket anak mancanegara dari Rp30 ribu dan tiket dewasa mancanegara naik dari Rp60 ribu menjadi Rp75 ribu. “Terakhir, kenaikan tarif itu sudah lama, sekitar dua tahun lalu. Tahun ini, kami juga menerapkan e-ticketing, sehingga ada rencana kenaikan tarif,” bebernya.

Pihak manajemen DTW Tanah Lot juga ingin berkontribusi lebih pada Pemkab Tabanan dan para pihak yang memperoleh pah-pahan (pembagian) dari Tanah Lot. Pasalnya, kini rata-rata kunjungan ke DTW Tanah Lot mencapai 6.000 sampai 7.000 wisatawan per hari. Dari ribuan wisatawan tersebut rupanya kunjungan mayoritas berasal dari wisatawan asing sebanyak 70%.

Pihak DTW Tanah Lot sendiri sudah merilis sistem tiket elektronik pada 16 Oktober 2019 lalu yang bekerja sama dengan pihak BPD Bali. Toya mengungkapkan, ke depannya manajemen akan berupaya untuk terus memperbaiki sistem supaya bisa memberi kenyamanan dan terbaik untuk masyarakat.

Pihaknya juga sempat mengalami kendala pada jaringan. “Tapi sudah diperkuat, dan sekarang baru ada 14 alat. Sekarang kami ada 40 karyawan yang terbagi dalam dua shift. Ke depan, kami harapkan setiap karyawan bisa membawa satu alat,” pungkasnya.

Loading...