Tidak Puas dengan Hasil Putusan Hakim? Ini Kisaran Biaya Banding Pengadilan Agama

Ilustrasi: palu hakimIlustrasi: palu hakim

Dalam dunia hukum, merupakan proses menentang keputusan hukum secara resmi. Pihak yang tidak puas terhadap putusan dapat mengajukan banding kepada Pengadilan Tinggi . Permohonan banding harus disampaikan secara tertulis atau lisan kepada PA (Pengadilan ) dalam tenggang waktu 14 hari, terhitung mulai hari berikutnya dari hari pengucapan putusan, atau setelah diberitahukan dalam hal putusan tersebut diucapkan di luar hadir pihak. Adapun banding Pengadilan bisa berbeda-beda di setiap .

Permohonan banding biasanya didaftarkan kepada petugas Meja I Pengadilan Agama yang memutus perkara. Sebagai contoh, di PA Karanganyar Kelas I-B biaya pendaftaran banding untuk radius I, II, dan III berlaku sama, yakni Rp50 ribu. Apabila ditotal, panjar biaya perkara tingkat banding di PA Karanganyar Kelas I-B dikenai sebesar Rp1.015.000 (radius I), Rp1.120.000 (radius II), atau Rp1.190.000 (radius III). Lain lagi dengan biaya banding di PA Depok untuk radius I ditarik sebesar Rp1.470.000 dan radius II dikenai total biaya Rp1.720.000.

“Permohonan banding tersebut selambat-lambatnya dalam waktu 7 (tujuh) hari kerja harus telah diberitahukan kepada pihak lawan,” demikian bunyi pengajuan banding di Pengadilan Agama. Kemudian pemohon banding dapat mengajukan memori banding dan termohon banding dapat mengajukan kontra memori banding.

Selambat-lambatnya 14 hari setelah permohonan diberitahukan kepada pihak lawan, panitera memberi kesempatan kepada kedua belah pihak untuk memeriksa berkas perkara (insage) di kantor Pengadilan. Selanjutnya dalam waktu 1 bulan sejak diterima perkara banding, Pengadilan Agama mengirimkan berkas perkara banding kepada Pengadilan Tinggi Agama.

Apabila perkara banding tersebut telah diputus oleh Pengadilan Tinggi Agama, maka salinan putusan banding tersebut dikirim oleh Pengadilan Tinggi Agama ke Pengadilan Agama yang memeriksa perkara pada tingkat pertama untuk disampaikan kepada para pihak. Pengadilan Agama menyampaikan salinan putusan kepada para pihak.

Setelah putusan memperoleh kekuatan hukum tetap maka dalam perkara talak Ketua Majelis membuat Penetapan Hari Sidang penyaksian ikrar talak dan memerintahkan kepada Jurusita untuk memanggil Pemohon dan Termohon guna pengucapan ikrar talak. Setelah pengucapan ikrar talak, maka Panitera menerbitkan dan memberikan akta kepada para pihak sebagai surat bukti selambat-lambatnya dalam waktu 7 hari.

Loading...