BI Pangkas Suku Bunga, Rupiah Ditutup Menguat

Rupiah - www.tribunnews.comRupiah - www.tribunnews.com

JAKARTA – Setelah bergerak , akhirnya menyudahi perdagangan Kamis (18/6) sore di area hijau, menyusul hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG BI) yang memutuskan untuk memangkas acuan sebesar 25 basis poin. Menurut paparan Index pada pukul 14.59 WIB, Garuda ditutup menguat tipis 5 poin atau 0,04% ke level Rp14.077,5 per AS.

RDG BI yang berlangsung selama dua hari akhirnya sepakat untuk menurunkan suku bunga acuan BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebesar 25 poin menjadi 4,25%. Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, menuturkan bahwa keputusan tersebut sejalan dan konsisten dengan upaya menjaga stabilitas perekonomian di era wabah COVID-19 seperti sekarang ini.

Sementara, dari , indeks dolar AS yang sempat naik karena meningkatnya kekhawatiran tentang kenaikan kasus mendukung permintaan aset safe haven, kembali bergerak turun. Mata uang Paman Sam terpantau melemah tipis 0,064 poin atau 0,07% ke level 97,094 pada pukul 14.24 WIB, setelah sebelumnya ditutup menguat 0,200 poin atau 0,21%.

Seperti diberitakan Reuters, lonjakan infeksi coronavirus baru di beberapa negara bagian AS dan pemberlakuan pembatasan perjalanan di Beijing untuk menghentikan wabah virus corona, telah berfungsi sebagai pengingat bahwa pandemi tersebut dapat menjadi hambatan besar pada ekonomi global untuk periode yang berlarut-larut. Data di Australia menunjukkan pemangkasan pekerjaan dua kali lipat dari yang diprediksi sepanjang Mei 2020 akibat penyakit tersebut.

“Kenaikan untuk saham AS dan aset berisiko lainnya telah berkurang karena lebih banyak orang berbicara tentang gelombang kedua infeksi virus,” kata ahli strategi valuta asing senior di IG Securities di Tokyo, Junichi Ishikawa. “Ini mendukung dolar AS dan yen karena keduanya adalah tempat berlindung yang aman. Sementara, pound sterling memiliki masalah sendiri. Ekonomi Inggris tidak dalam kondisi yang baik dan hard Brexit tetap berisiko.”

Loading...