Bertahan dari ‘Serangan’ Dolar, Rupiah Ditutup Menguat

rupiah menguat

mampu mempertahankan posisinya di zona hijau meski indeks perlahan bergerak menguat jelang simposium Federal Reserve. Menurut laporan Index pukul 15.58 WIB, NKRI menutup transaksi awal pekan (21/8) ini dengan penguatan sebesar 11 poin atau 0,08% ke level Rp13.351 per AS.

Langkah positif rupiah sudah berlangsung sejak awal dengan dibuka naik 5 poin atau 0,04% di posisi Rp13.357 per dolar AS. Istirahat siang, mata uang Garuda kembali mengalami apresiasi sebesar 10 poin atau 0,07% ke level Rp13.352 per dolar AS. Jelang penutupan atau pukul 15.31 WIB, spot masih bertahan di zona hijau setelah menguat 8 poin atau 0,06% ke posisi Rp13.354 per dolar AS.

Dari global, indeks dolar AS sebenarnya bergerak menguat menjelang simposium Federal Reserve di Jackson Hole, Wyoming yang rencananya bakal digelar Kamis (24/8) dan Jumat (25/8) waktu setempat. Setelah naik tipis 0,01% di pembukaan, mata uang Paman Sam kembali menguat 0,04 poin atau 0,04% ke level 93,474 pada pukul 10.25 WIB.

Gubernur The Fed, Janet Yellen, dijadwalkan untuk berbicara pada pertemuan tersebut. Namun, setelah risalah pertemuan Federal Reserve menunjukkan para pembuat kebijakan mengekspresikan kekhawatiran tentang laju inflasi, para analis berpendapat bahwa kecil kemungkinan bagi Yellen untuk memberikan panduan mengenai kebijakan.

Sebelumnya, pasar sempat dibuat ‘terguncang’ dengan berita pemecatan penasihat senior Gedung Putih, Stephen Bannon, pada hari Jumat (18/8) pekan lalu. Keputusan Presiden AS, Donald Trump, untuk memecat Bannon dapat menurunkan dukungannya dari para pemilih sayap kanan, meski di lain sisi mampu mengurangi ketegangan di dalam Gedung Putih dan dengan para pemimpin partai.

“Pada akhirnya, yen membuat pergerakan yang lebih mementingkan rumor daripada fakta menyusul berita mengenai Bannon. Namun, efeknya bisa diredam karena pasar telah bergerak dan fokus pada Jackson Hole,” kata Kepala Analis Mata Uang di Daiwa Securities, Mitsuo Imaizumi. “Tetapi, karena data ekonomi positif tampaknya sedikit berpengaruh terhadap dolar AS, mungkin saja tidak ada faktor pergerakan pasar yang akan muncul dari konferensi tersebut.”

Sementara itu, siang tadi mematok tengah berada di posisi Rp13.355 per dolar AS, menguat 13 poin atau 0,10% dibandingkan perdagangan sebelumnya di level Rp13.368 per dolar AS. Di saat yang bersamaan, mayoritas mata uang Asia perkasa versus greenback, dengan penguatan tertinggi dialami won Korea Selatan sebesar 0,22% dan peso Filipina sebesar 0,15%.

Loading...