Atasi Rasisme, Berlin Sahkan UU Anti-Diskriminasi Pertama di Jerman

Jerman Sahkan UU Anti-Diskriminasi - www.reddit.comJerman Sahkan UU Anti-Diskriminasi - www.reddit.com

BERLIN – Berlin menjadi pertama di yang merilis undang-undang anti-diskriminasi pada hari Kamis (4/6) waktu setempat, dengan mayoritas anggota parlemen menyetujui undang-undang tersebut. Anggota parlemen mengatakan bahwa aturan baru itu diharapkan dapat membantu mengatasi rasisme sistemik di .

Disalin dari Deutsche Welle, undang-undang baru secara eksplisit melarang otoritas publik, termasuk dan umum, untuk tidak melakukan diskriminasi berdasarkan latar belakang, warna , kelamin, agama, cacat fisik atau mental, pandangan dunia, usia, dan identitas seksual. Orang juga tidak dapat didiskriminasi berdasarkan kurangnya keterampilan berbahasa Jerman, penyakit kronis, atau pada pendapatan, , dan pekerjaan mereka.

Di bawah , korban berhak atas kompensasi, namun otoritas publik juga memiliki kesempatan untuk membantah klaim diskriminasi. Meskipun undang-undang telah diberlakukan selama berminggu-minggu, aturan tersebut mengambil dimensi baru mengingat kebrutalan anti-polisi dan protes anti-rasisme yang telah meletus di Amerika Serikat dan menyebar ke seluruh dunia, termasuk Berlin.

Undang-undang baru di Berlin melangkah lebih jauh dari General Equal Treatment Act (AGG) yang disahkan pada tahun 2006. Undang-undang federal secara eksplisit mencakup diskriminasi dalam pekerjaan dan antara warga negara, tetapi ‘tidak berlaku untuk area yang diatur oleh hukum publik’, kata Federal Anti-Discrimination Agency dalam panduan hukum yang diterbitkan tahun lalu.

Namun, agensi tersebut mencatat bahwa ‘diskriminasi masih dilarang dalam konteks ini’ karena konstitusi Jerman (atau Undang-Undang Dasar) mengharuskan warga negara ‘dilindungi terhadap diskriminasi, baik oleh dan dari negara’. Koalisi pemerintahan Berlin berpendapat bahwa undang-undang saat ini tidak cukup jauh dan bahwa aturan negara baru dapat membantu menutup celah hukum.

Sebelumnya, rencana tersebut sempat menghadapi tekanan balik nasional dalam beberapa hari terakhir, terutama dari Menteri Dalam Negeri, Horst Seehofer, dan serikat polisi Jerman, yang berpendapat bahwa undang-undang baru bisa memberikan tekanan yang tidak semestinya pada pihak berwenang. “Kita harus berdiri dengan polisi dan tidak menempatkan mereka di bawah kecurigaan umum,” ujar Seehofer.

Namun, Menteri Kehakiman negara bagian Berlin dan politisi Partai Hijau, Dirk Behrendt, membela undang-undang anti-diskriminasi, mengatakan bahwa itu tidak akan menghambat kebijakan umum, tetapi membantu mengatasi rasisme sistemik. Menurutnya, ini tentang praktik profil rasial ketika polisi tidak melihat dan mengamati bagaimana seseorang berperilaku, terlepas dari warna kulit atau jenis kelamin mereka.

Loading...