Berlaku Untuk Tabungan, Suku Bunga Tertinggi Tergantung Kebijakan Masing-masing Bank

suku, bunga, tabungan, bank, tertinggi, deposito, rupiah, Mandiri, BNI, BTN, batasan, nominal, persentase, mulai, dari, Rp 1, juta, kurang, Rp 50, Indonesia, acuan, BI, levelIlustrasi: suku bunga fluktuatif

Berbicara mengenai suku tabungan, menetapkan besarnya sesuai dengan kebijakan masing-masing. Selain itu, besarnya suku berbeda untuk setiap batasan nominalnya. Nominal tabungan dimulai dari Rp 0 sampai kurang dari Rp 1 juta (suku = 0,00%).

Dapat diambil contoh, untuk tabungan di Bank Mandiri, mulai dari nominal Rp 1 juta hingga kurang dari Rp 50 juta, suku bunganya sebesar 0,70%. Persentase besarnya itu sama dengan yang berlaku di BNI (Bank Negara Indonesia). Sampai saat ini, di kedua bank tersebut dapat dianggap sebagai tabungan yang tertinggi.

Suku bunga tidak hanya ditetapkan untuk produk tabungan rupiah saja, tetapi juga untuk tabungan valas (valuta asing), dan deposito. Untuk suku bunga deposito, yang tertinggi adalah Bank Tabungan Negara (BTN), yaitu 5,9%.

Sementara itu, Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan sebesar 4,5%. Keputusan itu merupakan keputusan kesekian kalinya, mempertahankan suku bunga acuan.

Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira mengatakan, keputusan mempertahankan suku bunga acuan diambil karena BI mempertimbangkan risiko ekonomi pada masa depan. Selain itu, risiko global pun juga perlu dicermati.”Risiko global yang perlu dicermati adalah moderatnya pertumbuhan ekonomi China. Diperkirakan China masih akan melakukan strategi re-balancing dengan konsumsi domestik sebagai fokus utama,” ujarnya.

“Sekitar 14 persen porsi ekspor Indonesia ditujukan ke China. Jika China tumbuh melambat, maka dikhawatirkan kinerja ekspor akan terganggu, dan mengakibatkan serta melemah,” sambungnya.

Risiko berikutnya, adalah era pengetatan di hampir seluruh bank sentral negara maju. Selain Fed (Federal Reserve System/bank sentral Amerika Serikat) dan ECB (European Central Bank) yang akan menaikkan suku bunga acuannya, normalisasi neraca bank sentral diprediksi akan mulai berpengaruh kepada likuiditas global. “Tekanan global ini akan mempengaruhi arus modal masuk ke negara berkembang khususnya Indonesia,” tuturnya.

Sementara itu, potensi kenaikan yield surat Amerika juga perlu diperhatikan. Hasil SUN (Surat Negara) seri acuan 10 tahun berada di level 6,38 persen. Padahal, per 8 Januari 2018, imbal hasilnya sempat mencetak rekor terendah di level 6,03 persen.

“Dampak lain adalah potensi naiknya yield surat utang AS. Per 16 Februari yield treasury notes dengan tenor 10 tahun telah mencapai 2,91 persen level tertinggi sejak 4 tahun terakhir. Sementara SBN 10 tahun yieldnya 6,42 persen. Jika yield spread dengan surat utang pemerintah Indonesia akan semakin menyempit, dan dikhawatirkan aliran modal asing akan berbalik arah atau capital reversal,” tutupnya.

Loading...