Beri Pengobatan Gratis, Biaya Apa Saja yang Ditanggung BPJS Kesehatan Kelas 2?

biaya BPJS Kesehatan Kelas 2

Bagi sebagian besar masyarakat Indonesia, keberadaan menjadi sebuah kebijakan yang cukup menguntungkan. Pasalnya, cukup dengan rutin membayar iuran bulanan antara Rp 25.500 hingga Rp 80.000 ribu, masyarakat peserta BPJS mulai dari kelas 1, 2, dan 3 berkesempatan memperoleh atau tindakan secara karena seluruh tersebut ditanggung oleh pihak BPJS.

Lantas biaya apa saja yang ditanggung oleh BPJS Kesehatan? Pada dasarnya BPJS menanggung hampir seluruh jenis operasi, mulai dari jantung, caesar, kista, miom, tumor, odontektomi, bedah mulut, usus buntu, amandel, katarak, dan masih banyak lagi. Namun ada juga beberapa operasi yang tidak ditanggung oleh BPJS, misalnya saja operasi akibat kecelakaan yang merupakan tanggungan Jasa Raharja, operasi bersifat estetika, operasi akibat tindakan melukai diri sendiri, operasi di luar negeri, dan operasi yang tak sesuai .

Sebagai gambaran, untuk peserta BPJS Kelas 2, biaya maksimal yang ditanggung untuk melahirkan dalam operasi persalinan caesar berkisar mulai dari Rp 6.304.700 hingga Rp 12.792.100, tergantung tingkat kesulitannya, yakni ringan, sedang, atau berat. Kemudian untuk kateterisasi jantung bagi kelas 2 berkisar antara Rp 7.699.700 hingga Rp 20.705.000. Rincian tarif ini tercantum dalam Permenkes No. 52 Tahun 2016 tentang Standar Tarif Pelayanan Kesehatan Dalam Penyelenggaraan JKN.

Perbedaan antara pasien BPJS Kelas 2 dengan Kelas 1 hanya pada kamar perawatan saat rawat inap saja. Sedangkan untuk layanan dan obat-obatan yang diberikan pada dasarnya sama saja. Peserta BPJS Kelas 2 biasanya akan memperoleh kamar rawat inap kelas 2 dengan ruangan yang terdiri dari 3-5 tempat tidur, sedangkan kelas 1 hanya terdiri dari 2-4 tempat tidur.

Pihak Kementerian Kesehatan (Kemenkes) tahun ini juga merevisi tentang Standar Tarif Pelayanan Kesehatan terkait biaya yang harus ditanggung pasien BPJS apabila hendak naik kelas perawatan dari kelas yang menjadi haknya. Menurut Permenkes No. 4 Tahun 2017 pada poin kenaikan kelas perawatan ke VIP, apabila pasien ingin naik kelas dari kelas 1 ke kelas VIP, maka pasien akan dikenai tambahan biaya paling banyak 75% dari Tarif INA CBGs kelas 1.

“Kehadiran Permenkes No 4 tahun 2017 merupakan salah satu cara (RS) untuk mengakali tarif INA CBGs, yang menurut kalangan RS masih belum masuk di harga keekonomian RS, dengan melibatkan pasien JKN untuk ikut membayar,” kata Timboel Siregar, Koordinator Advokasi BPJS Watch, seperti dilansir Kontan.

Loading...