Berfungsi Sebagai Obat Pereda Batuk & Pilek, Harga Dextral Kaplet Rp 6 Ribuan

Harga Dextral Kaplet - obatsakit.infoHarga Dextral Kaplet - obatsakit.info

batuk dan pilek termasuk umum yang dapat menyerang siapa saja, mulai dari anak-anak hingga dewasa. ini mungkin dianggap sepele, namun bagi sebagian orang bisa terasa begitu menyiksa. Apalagi jika flu dan batuk berlangsung cukup lama dan tidak kunjung sembuh. Oleh sebab itu, konsumsi yang bisa meredakan flu dan batuk sangat penting supaya durasi penyakit ini bisa dipersingkat. Salah satu yang kerap dipakai untuk mengobati batuk dan pilek adalah Dextral.

Dextral tersedia dalam 2 bentuk sediaan, yakni tablet dan sirup. satu ini mudah ditemukan di sejumlah apotik terdekat. Adapun harga Dextral kaplet (Dextromethorphan HBr 10 mg) di Apotek K24 dijual Rp 6.490 per strip isi 10 tablet, sedangkan Dextral Forte tablet (Dextromethorphan HBr 15 mg) harganya terpaut sedikit lebih mahal, yakni Rp 10.032 per strip isi 10 tablet. Sementara itu, Dextral Syrup tersedia dalam 2 , yakni botol isi 60 ml seharga Rp 11.675 dan botol 100 ml seharga Rp 13.286.

Dalam Dextral mengandung komposisi Dekstrometorfan atau yang lebih sering disebut DMP, yakni yang umum terdapat dalam obat pereda batuk dan flu. Secara kimiawi, DMP rupanya mirip dengan morfin dan kodein yang bekerja pada . “DMP itu harus sesuai dengan resep dokter untuk menekan batuk, karena secara kimiawi mirip dengan morfin yang bekerja pada sistem otak pusat,” kata apoteker, Abdul Mutholib S.Si., Apt, seperti dilansir Liputan6.

Cara kerja obat batuk ini adalah sebagai penekan batuk non opiat sintetik yang bekerja sentral dengan jalan meningkatkan ambang rangsang refleks batuk. “Kalau digunakan dengan dosis rendah yakni 10 mg atau sesuai anjuran maka masih dikatakan aman, namun jika sampai 1000mg akan dissosiatif sedatif bahkan bisa berisiko kematian,” ungkap Deputi Bidang Pengawasan Produk Terapeutik dan Napza Dra. A. Retno Tyas Utami, Apt., M.Epid

Konsumsi obat antitusif seperti pil dekstro dosisnya harus disesuaikan dengan resep dokter supaya menghindari penyalahgunaan. “Dokter memberikan resep tidak sembarangan semua sudah sesuai pertimbangan diantaranya melihat usia pasien dan karakteristik penyakitnya,” pungkas Abdul.

Loading...