Berbekal Sejumlah Fitur Menarik, Ini Harga Keyboard Synthesizer Roland Juno G

Keyboard Synthesizer Roland Juno GKeyboard Synthesizer Roland Juno G

Produk keyboard atau synthesizer keluaran Roland JUNO dikenal dengan tradisi sound yang menakjubkan, desain yang ringkas, pengoperasian yang mudah, serta yang terjangkau. Demikian pula halnya dengan produk bernama JUNO-G yang pastinya akan memberikan sesuatu yang lebih yang dapat membawa penggunanya ke dunia yang berbeda.

Jika dilihat dari bentuk fisiknya, mungkin akan terkesan kuno, desain Juno-G ini seperti desain awal tahun 70-an yang terlihat vintage. Demikian pula pada desain LCD nya juga agak kuno, dengan perpaduan warna orange dan pixelate. Namun jangan salah, di balik  desain yang terbilang vintage tersebut, Roland Juno G dibekali dengan sebuah engine yang cukup modern dan gahar, yaitu Fantom.

Bisa dikatakan bahwa Roland Juno G ini merupakan sebuah ekonomis dari Fantom, yang notabene adalah produk papan atas dari Roland yang berharga puluhan juta rupiah. Berbeda dengan Roland Juno G ini yang dijual dengan harga hanya sekitar Rp9 jutaan untuk satu unit baru, sedangkan harga bekas (second) berkisar antara Rp6 jutaan hingga Rp7 jutaan.     

“Hal pertama yang saya lakukan pada Roland Juno G adalah mencoba suara grand pianonya. Apabila tuts ditekan pelan dan keras, suara yang keluar akan berbeda effectnya, sangat realistis, mungkin ini disebabkan oleh engine Fantom yang tertanam di dalam synth ini,” ujar salah seorang keyboard Roland Juno G.

Roland dianggap sebagai sebuah brand keyboard yang memiliki dan yang baik. Termasuk pada suara patch gitar yang terdapat pada Juno G ini. Suara gitar pada Roland G Juno tidak kalah dengan suara pianonya sendiri, baik itu gitar akustik maupun gitar listrik. “Yang paling saya suka yaitu patch Stl Gtr Duo, cuma satu kata yang pantas untuk mengungkapkannya, mengagumkan, effect yang timbul juga berbeda-beda tergantung kecepatan dan seberapa keras kita menekan tuts serta kombinasi tuts yang ditekan, sangat realistis sekali seperti main gitar sungguhan,” lanjutnya.

Pengoperasian Roland G Juno memang sedikit rumit dibanding pengoperasian keyboard biasa. Pasalnya, untuk merekam satu lagu saja ada beberapa tahapan yang harus dilalui, dan terkadang harus ada kombinasi tombol yang ditekan untuk mengeluarkan menu tertentu. Tentunya untuk kalangan awam, hal ini dirasa sangat merepotkan.

Juno G ini terkesan memang tidak diperuntukkan bagi pemula. Tapi hal ini dapat diatasi karena banyak tersedia beberapa tutorial untuk mengoperasikan synth Juno di Youtube. Sama seperti kebanyakan fitur yang ada di setiap synth, fitur yang tidak kalah menarik yang ada di Juno G, yaitu Arpegio. Di mana pengguna bisa memainkan suara dengan pola-pola tertentu yang diatur dengan grafik.

Adanya fitur D Beam juga tak membuat Juno G ini laris di pasaran, mengubah suara hanya dengan gerakan jari dan tangan tanpa menyentuh tuts. Suara synth atau gitar dengan effect menjadi lebih berwarna. Namun yang menjadi kekurangan dari Roland Juno G ini, yaitu layar LCD, yang menurut beberapa review dikatakan mudah rusak.

Kemudian kekurangan lainnya adalah mengenai memori eksternal Juno G yang memakai PC card adapter slot PCMCIA sebagai media penyimpanan data, yang mana sekarang PC card adapter sudah sangat jarang ditemui. Untuk masalah koneksi dengan komputer, Roland Juno G ini menyediakan koneksi USB yang bisa berfungsi sebagai storage/transfer file, atau sebagai midi, hanya bisa dipilih salah satu.

Loading...