Berbasis Salafiyah, Ini Biaya Masuk Pondok Pesantren Cipasung

Pondok Pesantren Cipasung - www.panoramio.com

Di berdiri banyak terkemuka yang sarat akan pendidikan . Dari sekian banyak ponpes, Pondok Pesantren Cipasung disebut-sebut sebagai salah satu lembaga pendidikan salafiyah yang mempunyai peran penting dalam membangun peradaban umat , khususnya di Indonesia.

“Jika berbicara NU di Jawa Barat, Pondok Pesantren Cipasung adalah salah satu corong atau parameternya,” kata Wakil Sekretaris Jenderal PBNU, Imam Pituduh, seperti dilansir situs Nahdlatul Ulama.

Pondok Pesantren Cipasung yang terletak di Singaparna, Tasikmalaya ini memiliki sejarah cukup panjang karena telah didirikan sejak tahun 1931 silam oleh Almarhum KH Ruhiat. Ponpes yang memiliki ciri khas memperdalam kitab kuning ini dilengkapi pendidikan formal mulai dari jenjang PAUD, TK Islam, Madrasah Diniyah, MI, MTs, SMPI, SMAI, SMKI, MAN, IAIC, STTC, STIEC, dan Pascasarjana IAIC.

Menariknya, pendidikan di Pondok Pesantren Cipasung kini mulai menerapkan penggunaan Bahasa Arab dan Bahasa Inggris sebagai bahasa komunikasi sehari-hari. Setiap tahunnya Pesantren Cipasung selalu menerima pendaftaran santri baru. Namun untuk tahun ajaran 2018-2019 ini Ponpes Cipasung masih belum menginformasikan update terbaru terkait untuk mendaftar sebagai santri.

Di situs resminya, Pondok Pesantren Cipasung hanya membeberkan brosur penerimaan santri baru untuk tahun 2017-2018. Biaya masuk calon santri putra di Pondok Pesantren Cipasung dikenai sebesar Rp 775 ribu yang meliputi uang pendaftaran mukimin, uang listrik/PDAM bulan pertama, uang jariyah pembangunan, uang pembinaan/asrama bulan pertama, dan uang makan per bulan. Sedangkan untuk santri putri biayanya lebih murah, hanya Rp 400 ribu karena tidak termasuk uang makan per bulan.

yang dibutuhkan untuk masuk Pondok Pesantren Cipasung pun cukup mudah, calon santri hanya perlu mengisi formulir pendaftaran (rangkap 2) dan menyerahkan pas foto ukuran 3 x 4 dan 2 x 3 masing-masing sebanyak 2 buah dengan ketentuan calon santri putri memakai jilbab putih, sedangkan calon santri putra berpeci putih.

Ponpes yang berdiri di atas lahan seluas 15 hektare ini menawarkan beragam yang cukup lengkap seperti asrama putra dan putri, masjid, aula, ruang belajar, laboratorium bahasa, perpustakaan, sarana olahraga, tenaga medis, mess guru, wisma tamu, dapur umum, WC, hingga mobil santri.

Loading...