Berawal Dari Membeli Bibit Bebek Seharga Rp7.500 Hingga Raup Omzet Rp18 Juta Per Bulan

Bibit Bebek - www.bibitternak.comBibit Bebek - www.bibitternak.com

Dengan semakin berkembangnya yang ada di , tentunya berpengaruh terhadap permintaan bahan baku utamanya, misalnya yang kerap diolah menjadi sajian yang nikmat. Dengan membudidayakan ternak bebek dianggap menghasilkan keuntungan yang menggiurkan, karena permintaan terhadap bebek kian meningkat.

Bisnis ternak bebek memang bukanlah jenis usaha baru, karena usaha ternak ini merupakan salah satu contoh bisnis tradisional. Masyarakat, utamanya yang tinggal di daerah pedesaan telah banyak menjalankan budidaya ternak bebek ini sebagai tumpuan penghasilan ekonomi . Tak sedikit dari para pelaku usaha ini mengalami peningkatan ekonomi yang lebih baik.

Namun ternyata tidak hanya masyarakat umum yang tinggal di pedesaan saja yang bisa menjalankan bisnis ternak bebek ini, karena seorang Brigadir polisi bernama Budi Setiawan juga mencicipi keuntungan dari melakoni ternak bebek tersebut. Bermula dari niatnya untuk memanfaatkan lahan kosong yang terdapat di salah satu sisi rumahnya, ia memilih untuk memanfaatkannya dengan beternak bebek. Dari jumlah puluhan ekor bebek, kini jumlahnya mencapai ribuan.

Pada saat hari kerja, tugas utamanya masihlah tetap menjadi seorang polisi yang memiliki tugas untuk menjaga objek-objek penting. Namun meski melakoni kesibukannya sebagai polisi, ia masih saja mampu menjalankan usaha ternak bebeknya.

’’Awalnya beli ayam, bukan bebek. Tapi setiap hari ada yang mati. Hari ini 10 ekor, besoknya ada 15 ekor yang ikut mati. Itu terjadi sampai ayamnya habis,’’ tuturnya dilansir dari Jawapos. Ia menjelaskan penyebab kematian dari ayam yang ia ternak adalah kualitas anak ayam yang ia beli dianggap buruk. Karena jika kualitasnya baik maka cenderung akan mudah beradaptasi dengan lingkungan baru, tidak gampang stress maupun cepat meninggal.

Namun, meski mengalami kerugian dari pilihannya untuk menernak ayam, ia tidak lantas menghentikan langkahnya untuk beternak unggas lainnya. Kemudian ia mencoba untuk membeli beberapa bibit bebek. bibit bebek yang dibelinya kala itu sebesar Rp3 ribu per ekor. Awalnya ia membeli 30 ekor bibit bebek namun usaha ternak unggasnya ini kembali gagal karena bibit bebek tersebut meninggal.

Setelah mendapatkan beberapa informasi adanya penjual bibit bebek dengan kualitas yang baik, namun dengan harga yang lebih mahal yaitu Rp7500 per ekor. Lantas ia memutuskan untuk membeli bibit ekor tersebut dan mulai menjalankan bisnis ternak bebek kedua kalinya.

Atas kerja keras dan keuletannya dalam menjalankan bisnis ternak bebek ini. Hingga sekarang ia mempekerjakan beberapa orang untuk mengurusi usaha ternak bebeknya. Sampai saat ini jumlah bebek yang terdapat di kandang belakang rumahnya berjumlah lebih dari 3.000 ekor. Budi Setiawan mengaku mendapatkan omzet per bulan Rp15 juta hingga Rp18 juta.

Loading...