Banyak Manfaat, Bisnis Jahe Merah Hasilkan Omzet Puluhan Juta Rupiah

Bagi Indonesia, kehadiran jahe sebagai rempah yang memiliki banyak manfaat, sudah dikenal sejak zaman dahulu. Pasalnya, jahe berfungsi untuk meningkatkan stamina dan juga sebagai penghangat badan, terutama di kala cuaca dingin dan musim hujan. Di samping itu, tanaman ini juga sering digunakan sebagai bahan utama untuk obat-obatan herbal yang dipercaya mampu menyembuhkan banyak .

Jahe sendiri terdiri dari tiga , yaitu jahe putih, jahe kuning, dan jahe merah. Meski ketiganya memiliki manfaat yang sangat beragam untuk , namun jahe merah lebih dikenal masyarakat umum dibandingkan dua jenis jahe lainnya. Pasalnya, jahe merah memiliki rasa pedas dan aroma yang lebih kuat daripada jahe putih maupun jahe kuning.

Dengan popularitas yang terus berada di atas, jahe merah bisa dijadikan peluang yang cukup menggiurkan. Di samping itu, usaha budidaya jahe merah termasuk dalam kategori yang mudah karena perawatan tanaman ini tidak terlalu sulit. Sementara, pendapatan atau omzet yang bisa diraih cukup lumayan.

“Saya dulu memulai bisnis jahe merah ini dengan Rp400 ribu,” cerita Wahyu Widodo, seorang pebisnis jahe merah. “Awalnya sempat gagal. Tetapi, ketika saya mencoba memasarkan jahe merah secara , saya langsung mendapat pesanan dari Solo dan juga Purworejo.”

Dari dua pesanan tersebut, ditambahkan Wahyu, dirinya sudah bisa mengembalikan modal ketika pertama kali memulai usaha ini. Kini, pesanan bibit jahe merah yang ditekuninya sejak awal tahun 2015 tersebut telah melayani Pulau Jawa dan Sumatera. “Omzet saya bisa mencapai Rp10 juta per bulan,” sambung Wahyu.

Lain Wahyu, lain pula Turijo. Pensiunan PT Krakatau Steel Tbk ini memilih menjalankan bisnis obat herbal dari jahe merah. Bisnis pembuatan obat herbal dari jahe merah dirintis di rumahnya di Desa Kebondalem, Cilegon, Banten. Awalnya hanya dengan istri, kini Turijo telah memiliki 7 orang karyawan yang membantunya menjalankan bisnis tersebut.

“Dalam satu bulan, kami bisa memproduksi lebih dari 1 ton. Kalau ada modal berlebih, saya malah menargetkan produksi 500 kilogram per hari,” kata pria asal Purworejo tersebut. “Kini, omzet saya bisa mencapai Rp50 juta dalam satu bulan.”

Ditambahkan Turijo, produk herbal miliknya kini telah dipasarkan ke Bandung, Jakarta, Banten, dan daerah lainnya melalui minimarket. “ obat herbal jahe merah ini juga masih terjangkau. Satu kemasan isi 5 x 15 gram saya jual Rp15.000,” sambungnya.

Loading...