Banjir Katalis Positif, Rupiah Lanjut Menguat di Selasa Pagi

Rupiah - blog.talenta.coRupiah - blog.talenta.co

JAKARTA – terus melaju kencang di zona hijau pada Selasa (16/2) pagi, karena banjir katalis . Menurut Bloomberg Index pukul 09.00 WIB, Garuda dibuka menguat 15 poin atau 0,11% ke level Rp13.895 per AS. Sebelumnya, spot sudah berakhir naik 62,5 poin atau 0,45% di posisi Rp13.910 per AS pada Senin (15/2) kemarin.

“Pergerakan nilai tukar rupiah tidak terlepas dari kinerja data ekonomi AS yang cukup buruk serta katalis positif dari dalam negeri,” kata ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia, Yusuf Rendy Manilet, dilansir dari Bisnis. “ klaim tunjangan pengangguran pada pekan lalu yang berakhir 6 Februari 2020 tercatat sebanyak 793.000 klaim, atau lebih tinggi dari beberapa konsensus proyeksi.”

Untuk hari ini, Rendy memperkirakan bahwa rupiah akan bergerak sideway di kisaran Rp13.910 per dolar AS. Faktor yang dapat mendukung laju mata uang Garuda antara lain konsolidasi mata uang dolar AS, dan di dalam negeri beragam insentif pemerintah seperti misalnya PPnBM serta relaksasi down payment kendaraan dan juga rumah yang dikeluarkan OJK, yang akan mendorong sentimen pemulihan ekonomi yang lebih cepat.

Hampir senada, Kepala Ekonom Bank Permata, Josua Pardede, menyatakan bahwa saat ini dolar AS sedang berada dalam tekanan. Penyebabnya adalah optimisme investor terhadap program vaksinasi yang akan mendorong pemulihan ekonomi , serta prospek paket stimulus yang berpotensi mendukung pemulihan ekonomi Negeri Paman Sam.

“Di tengah optimisme pemulihan ekonomi global, komoditas global pun cenderung menguat beberapa hari terakhir dan berpotensi masih berlanjut,” kata Josua seperti dikutip dari Kontan. “Sementara, dari dalam negeri, data neraca perdagangan bulan Januari yang tercatat surplus 1,96 miliar dolar AS akan berimplikasi pada kondisi keseimbangan eksternal Indonesia yang kuat sehingga mendorong penguatan rupiah.”

Walaupun didukung beragam sentimen positif, analisis CNBC Indonesia menuturkan bahwa rupiah masih rawan mengalami koreksi. Pasalnya, tanda-tanda depresiasi mata uang Garuda sudah terlihat di pasar Non-Deliverable Market (NDF). Pasar NDF seringkali memengaruhi psikologis pembentukan harga di pasar spot, dan karenanya di NDF tidak jarang diikuti oleh pasar spot.

Loading...