Bangkit di Detik Akhir, Rupiah Ditutup Menguat Super Tipis

rupiah-menguat.9

Diprediksi bakal tidak berdaya setelah dalam negeri bulan Oktober 2017 dilaporkan turun, ternyata mampu membalikkan posisi di detik akhir Rabu (8/11) ini. Menurut Index pukul 15.59 WIB, mata uang NKRI mengakhiri hari ini dengan penguatan super tipis sebesar 1 poin atau 0,01% ke level Rp13.514 per AS.

Sebelumnya, rupiah ditutup 9 poin atau 0,07% di posisi Rp13.515 per dolar AS pada perdagangan Selasa (7/11) kemarin. Namun, pagi tadi, mata uang Garuda sempat berbalik arah setelah dibuka melemah 10 poin atau 0,08% menuju level Rp13.525 per dolar AS. Sepanjang transaksi hari ini, spot bergerak di kisaran Rp13.512 hingga Rp13.515 per dolar AS.

Selasa sore, Bank Indonesia melaporkan bahwa cadangan devisa dalam negeri di bulan Oktober 2017 sebesar 126,5 miliar dolar AS, turun dari bulan sebelumnya yang berada di angka 129,4 miliar dolar AS. Penurunan cadangan devisa domestik terutama dipengaruhi oleh penggunaan untuk pembayaran utang luar negeri pemerintah dan stabilisasi rupiah. Di samping itu, juga dipengaruhi menurunnya penempatan valas perbankan di Bank Indonesia.

“Namun, Bank Indonesia menilai cadangan devisa itu masih mampu mendukung ketahanan sektor eksternal, sekaligus menjaga kesinambungan pertumbuhan Indonesia ke depan,” kata Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Agusman Zainal. “BI akan terus menjaga kecukupan cadangan devisa guna mendukung terjaganya stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan.”

Sementara itu, siang tadi kurs tengah ditetapkan berada di posisi Rp13.524 per dolar AS, terdepresiasi 20 poin atau 0,14% dari perdagangan sebelumnya di level Rp13.504 per dolar AS. Di saat yang bersamaan, pergerakan mata uang di Asia terpantau mixed terhadap greenback, dengan penguatan tertinggi sebesar 0,20% dialami yen Jepang dan pelemahan terdalam sebesar 0,16% menghampiri won Korea Selatan.

Loading...