Awali Pekan, Rupiah Tetap Bergerak Melemah

Rupiah melemah pada perdagangan Senin (25/1) pagi - www.beritasatu.com

JAKARTA – Rupiah masih betah berkutat di area negatif pada Senin (25/1) pagi. Berdasarkan laporan Index pukul 09.14 WIB, Garuda 21,5 poin atau 0,15% ke level Rp14.056,5 per . Sebelumnya, spot sudah ditutup terdepresiasi 35 poin atau 0,25% di posisi Rp14.035 per pada Jumat (22/1) kemarin.

“Pergerakan rupiah akhir pekan lalu salah satunya dipengaruhi kenaikan yield surat utang pemerintah AS (US Treasury). Kenaikan imbal hasil tersebut berdampak pada kenaikan dolar AS,” tutur ekonom CORE Indonesia, Yusuf Rendy Manilet, dilansir dari Bisnis. “Sementara itu, dari dalam negeri, sentimen perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) membuat nilai tukar rupiah cenderung tertekan.”

Yusuf menambahkan, pergerakan rupiah ke depannya akan dipengaruhi beragam rilis data dari AS. Ia mengatakan, salah satunya akan memantau data tenaga kerja yang diproyeksikan membaik pada beberapa bulan ke depan. Hal ini terjadi seiring dengan perbaikan penjualan produk manufaktur Negeri Paman Sam, yang berimbas pada gerak greenback.

Hampir senada, Head of Economics Research Pefindo, Fikri C. Permana, seperti dikutip dari Kontan, mengatakan bahwa rencana stimulus AS senilai Rp1,9 triliun memang diharapkan membuat indeks dolar AS menurun, sehingga rupiah bisa menguat. Namun, dari dalam negeri, ada sentimen negatif dari perpanjangan PPKM karena jumlah pasien masih meningkat.

Sementara itu, Presiden Direktur HFX International, Sutopo Widodo menilai, suku bunga acuan yang ditetapkan tidak berubah akan mempertahankan pergerakan rupiah secara mendatar. Suku bunga yang dipertahankan rendah ini menurutnya sejalan dengan ekspektasi pelaku pasar dan mendukung perekonomian yang tertekan pandemi, dan mungkin bisa membuat rupiah stabil.

Pada hari ini, Sutopo memprediksi rupiah akan bergerak di kisaran Rp14.000 hingga Rp14.100 per dolar AS, sedangkan Fikri menilai mata uang Garuda bakal mampu bergulir stabil di rentang Rp13.900 hingga Rp14.100 per dolar AS. Sementara itu, Yusuf memperkirakan spot bakal berada di kisaran Rp13.900 hingga Rp14.000 per dolar AS.

Loading...