Awali Pekan, Rupiah Dibuka Menguat 0,45% ke Rp14.370/USD

Rupiah menguat pada perdagangan Senin (13/7) pagi - www.trenasia.com

JAKARTA – Setelah melempem dalam sesi terakhir, agaknya bersiap melakukan balas dendam. Seperti dilansir Index, Garuda mengawali perdagangan Senin (13/7) ini dengan menguat 65 poin atau 0,45% ke level Rp14.370 per . Sementara itu, indeks terpantau melemah 0,154 poin atau 0,16% ke level 96,498 pada pukul 09.04 WIB.

Pada penutupan perdagangan Jumat (10/7) kemarin, rupiah parkir di level Rp14.435 per AS, terkoreksi 40 poin atau 0,27%. Kinerja itu menjadikan rupiah sebagai mata uang paling lemah kedua di antara mata uang lainnya, tepat di bawah rupee yang terdepresiasi 0,29%. Walau sepanjang pekan kemarin, spot berhasil menguat 0,61%, namun sepanjang tahun berjalan, mata uang Garuda masih menunjukkan pelemahan sebesar 3,94%.

Menurut Asia FX & rates strategist Bloomberg Intelligence, Stephen Chiu, dilansir Kontan, pelemahan rupiah yang terjadi pada perdagangan sebelumnya beriringan dengan pelemahan mayoritas mata uang Asia di tengah kenaikan kasus baru corona secara . Secara umum, seluruh mata uang Benua Kuning lebih defensif, yang masuk akal terjadi setelah reli dalam sepekan.

Sementara itu, Analis Monex Investindo Futures, Faisyal, rupiah terdepresiasi disebabkan kembali menguatnya kinerja dolar AS. Hal ini tidak terlepas dari klaim jumlah pengangguran Negeri Paman Sam yang ternyata jauh lebih baik dari perkiraan. “Padahal sebelumnya kinerja dolar AS cenderung melemah sehingga rupiah dalam sepekan relatif menguat,” tutur Faisyal.

Pada pekan ini, fokus , sebagaimana dikatakan Kepala Ekonom Bank Permata, Josua Pardede, akan tertuju pada hasil Rapat Dewan Gubernur pada 15-16 Juli 2020 yang kemungkinan akan kembali memangkas suku bunga acuan 25 basis poin. , menurut Josua, memiliki ruang untuk kembali memangkas suku bunga sejalan dengan ekonomi dalam negeri yang belum menunjukkan adanya pemulihan.

Loading...