Asia Pasifik Destinasi Favorit, Biaya Traveling Umat Muslim Tahun 2025 Tembus USD 100 Miliar

Monumen Hue Vietnam - anekatempatwisata.com

SINGAPURA – Umat berusia muda diprediksi bakal melakukan lebih banyak pada tahun 2025 mendatang, dan diperkirakan yang dihabiskan untuk melakukan traveling ini mencapai angka 100 miliar AS. Pasifik menjadi destinasi yang banyak dikunjungi oleh para pelancong Muslim ini, termasuk Malaysia, Indonesia, dan Jepang.

Disitat dari Nikkei, Mastercard dan HalalTrip, sebuah perjalanan dan , yang didukung Universitas Murdoch, melakukan survei kepada sekitar 400 Muslim berusia 18 tahun sampai 36 tahun, yang mengatakan bahwa mereka melakukan perjalanan didorong oleh keinginan untuk mencari pengalaman baru dan memahami budaya dan warisan lokal. Survei tersebut juga menemukan bahwa kawasan Asia Pasifik menjadi wilayah yang paling banyak dikunjungi.

Malaysia adalah tujuan yang paling banyak disambangi, disusul Indonesia dan Jepang. Negeri Jiran menjadi favorit karena memiliki makanan halal dan fasilitas salat yang mudah diperoleh. “Negara-negara di Asia Pasifik telah proaktif dalam pemasaran wisata dan menjangkau segmen Muslim,” ujar CEO CrescentRating dan HalalTrip, Fazal Bahardeen.

“Negara-negara Asia lainnya juga menyediakan lebih banyak untuk kebutuhan wisatawan Muslim. Di Thailand, ada hotel yang menyebut diri mereka sebagai hotel halal, dengan spa,” sambung Bahardeen. “Bahkan, Jepang telah menjadi destinasi hot bagi pengunjung Muslim karena negara tersebut telah berupaya menyediakan segmen ini, seperti ruang wudhu dan salat di Stasiun Tokyo.”

Hampir setengah dari orang yang disurvei menuturkan bahwa mereka melakukan perjalanan antara dua sampai lima kali dalam setahun dan 41 persen di antaranya melakukan perjalanan selama empat sampai enam hari. Dalam lingkup Organisasi Kerjasama Islam (OIC), kaum muda Muslim dari Arab Saudi, Malaysia, dan Turki melakukan perjalanan paling banyak. Di luar blok tersebut, pemuda Muslim dari Jerman, Rusia, dan India menjadi pelancong teratas.

Vice President Mastercard untuk produk inti dan digital di Indonesia, Malaysia, dan Brunei, Aisha Islam, menambahkan bahwa milenium Muslim akan menjadi ‘pendorong utama pertumbuhan industri perjalanan’ karena pasar yang terus berkembang. Penyedia layanan yang ingin memasuki segmen ini menurutnya perlu memahami hubungan mereka dengan perjalanan dan apa yang mereka hargai, seperti orisinalitas, keterjangkauan, dan aksesibilitas, sambil memastikan bahwa kebutuhan dasar terkait keyakinan mereka terpenuhi.

Saat ini, ada sekitar satu miliar Muslim berusia di bawah 30 tahun, sekaligus mewakili 60 persen populasi di negara-negara mayoritas Muslim. Pada tahun 2030, umat Islam diperkirakan menghasilkan 29 persen populasi global berusia antara 15 tahun sampai 29 tahun. Jika total pengeluaran dari wisatawan Muslim muda diperkirakan mencapai 100 miliar dolar AS pada tahun 2025, jumlahnya diprediksi melonjak hingga 300 miliar dolar AS di tahun berikutnya.

Loading...