AS vs Korea Utara Memanas, Rupiah Dibuka Anjlok ke Rp 13.344/USD

Jakarta dibuka 11 poin atau 0,08 persen ke posisi Rp 13.344 per AS pada awal pagi hari ini, Kamis (10/8). Kemarin, Rabu (9/8) rupiah ditutup 0,15 persen atau 20 poin ke level Rp 13.333 per dolar AS usai diperdagangkan antara Rp 13.320 hingga Rp 13.343 per dolar AS.

Indeks dolar AS yang mengukur pergerakan the Greenback terpantau diperdagangkan bervariasi terhadap sejumlah mata uang utama pada Rabu atau Kamis pagi WIB. Dolar AS dilaporkan 0,13 persen menjadi 93,528 di akhir perdagangan karena tertekan oleh safe haven yang menguat di tengah ketegangan kondisi antara Amerika Serikat dengan Korea Utara.

Pada Selasa (8/8) lalu Presiden AS Donald Trump mengeluarkan peringatan pada Republik Rakyat Demokratik Korea (DPRK). Untuk menanggapi peringatan tersebut, DPRK memperingatkan serangan preventif terhadap pangkalan AS di Guam, Pasifik. “Korea Utara akan disambut dengan senjata dan kemarahan yang belum pernah dunia lihat sebelumnya – jika mengancam Amerika Serikat,” demikian ujar Trump seperti dilansir Skalanews.

Para analis mengungkapkan bahwa kabar tersebut menimbulkan kekhawatiran di kalangan para dan mengakibatkan mata uang safe haven seperti franc Swiss dan yen Jepang menguat pada perdagangan Rabu (9/8) kemarin.

Sementara itu nilai tukar rupiah mengalami koreksi karena terpengaruh oleh data inflasi China yang berada di bawah ekspektasi pasar. Sebagai dampaknya, sebagian besar mata uang di kawasan Asia pun menurun. Namun sentimen positif hasil lelang Surat Utang Negara (SUN) pada Selasa (8/8) dapat sedikit menopang pergerakan rupiah.

Di sisi lain, Putu Agus Pransuamitra, Analis Monex Investindo Futures mengungkapkan bahwa rupiah tertekan oleh sentimen kenaikan penyerapan pekerjaan swasta di sektor non pertanian AS pada bulan Juni 2017 lalu yang mencapai 6,16 juta. “Ini rekor tertinggi,” ujarnya.

Loading...