Kembalikan Tingkat Utang Sebelum Pandemi, AS Butuh USD 900 Miliar per Tahun

Lambang Negara AS di uang dollarLambang Negara AS di uang dollar

NEW YORK – Meskipun dikenal sebagai salah satu kekuatan ekonomi terbesar di dunia, ternyata utang Amerika Serikat sangat penumpuk, terlebih ketika COVID-19 menyerang. Menurut laporan terbaru CBO (Congressional Budget Office) yang dirilis Senin (21/9) kemarin, Negeri Paman Sam membutuhkan 900 miliar per tahun selama 25 tahun untuk memulihkan utang mereka ke tingkat sebelum pandemi.

Dilansir dari TRT World, berdasarkan proyeksi mereka, CBO menemukan bahwa jika AS mengambil tindakan fiskal mulai tahun 2025, perubahan besar pada pengeluaran dan perpajakan akan diperlukan untuk menstabilkan utang negara pada tingkat sebelum pandemi, sebesar 79% dari (PDB), atau total nilai pasar dari semua barang jadi dan jasa yang diproduksi di dalam negeri oleh negara.

Sementara mengurangi utang federal meningkatkan sumber daya yang tersedia untuk investasi swasta dalam barang modal dan jasa, defisit dan utang yang lebih rendah pada akhirnya akan menurunkan harga dan suku bunga, yang kemudian akan meningkatkan sumber daya yang tersedia untuk investasi swasta, konsumsi rumah tangga, dan .

“Jika pembuat kebijakan memutuskan untuk mengurangi defisit lebih cepat daripada nanti, manfaatnya akan mencakup akumulasi utang yang lebih kecil,” tulis laporan tersebut. “Perubahan kebijakan yang lebih kecil diperlukan untuk mencapai hasil jangka panjang, dan ketidakpastian yang lebih sedikit tentang perubahan yang diharapkan.”

Utang nasional AS ditaksir mencapai lebih dari 26,7 triliun dolar AS, sedangkan pengeluaran federal hampir 6,2 triliun dolar AS dan defisit lebih dari 3,1 triliun dolar AS, menurut usdebtclock.org. Sebelumnya, CBO memperkirakan utan pemerintahan Presiden Donald Trump akan membengkak pada tahun depan imbas meningkatnya pengeluaran defisit untuk menangani pandemi .

Seperti dikutip dari AFP, pada awal September kemarin, CBO memperkirakan defisit AS akan meningkat menjadi 107% dari PDB pada tahun 2023, tertinggi dalam sejarah negara tersebut, melebihi puncak sebelumnya pada tahun 1946 sesaat setelah Dunia II. Badan tersebut juga mengatakan bahwa pada tahun 2030 mendatang, utang AS akan sama dengan 109% dari PDB.

Defisit tahunan , disalin dari VOA , diproyeksikan meningkat menjadi 3,3 triliun dolar AS pada akhir tahun fiskal pada 30 September, lebih dari tiga kali lipat dibandingkan tahun lalu. Defisit ini sudah meningkat tajam karena pemotongan pajak pemerintah yang disetujui Kongres dan peningkatan anggaran, tetapi pandemi menambah lagi defisit tahunan.

Anggota Kongres setempat sebenarnya sering mengatakan bahwa mereka ingin menurunkan defisit di bawah 3%, meskipun sebagian pendukung Partai Republik lebih sreg menghapus defisit. Defisit anggaran dianggap pantas untuk membantu ekonomi negara untuk bangkit kembali dari kehancuran akibat pandemi yang mulai merebak awal tahun 2020.

Loading...