Antisipasi Moneter Membuat Kurs Dolar Amerika Melemah

Kurs dolar Amerika melemah terhadap mata uang utama lainnya pada Jumat (Sabtu,19/12/ pagi WIB), setelah meningkat tajam di sesi sebelumnya. Keputusan The Fed menaikkan suku bunga menjadi faktor pemicu utama. The Fed telah mengumumkan keputusan menaikkan suku bunga acuannya sebesar 25 basis poin, Rabu kemarin.

Kurs Dolar mendapati tekanan Yen akibat baru Bank Sentral Jepang pada Jumat. Pasar diberikan berita mengejutkan bahwa BoJ telah mengubah stimulus moneter yang berdampak besar. BoJ meluncurkan skema baru dalam mendukung perusahaan-perusahaan untuk aktif berinvestasi di dalam negeri. itu memicu lonjakan singkat yang terpantau dalam indeks saham dan tekanan terhadap dolar.

Greenback diperdagangkan lebih rendah pada level 121,79 yen pada Jumat sore. Tercatat 122,56 yen sebelum pengumuman di Tokyo, dan dari 122,60 yen pada Kamis di . Indeks dolar turun 0,54 persen ke level 98,729 pada penutupan perdagangan kemarin.

Di sisi makro dalam negeri Paman Sam, Indeks Kegiatan Bisnis PMI sektor jasa Amerika Serikat yang disesuaikan secara musiman dari Markit, tercatat 53,7 pada Desember. Data itu merupakan indikator bahwa AS gagal memenuhi harapan pasar dan merupakan angka terendah selama tahun ini.

Dolar juga tercatat lunglai menghadapi euro dan . Pada akhir perdagangan di New York, euro ke level 1,0862 per dari 1,0811/dolar di sesi sebelumnya, dan pound Inggris naik di 1,4909 per dari 1,4884 per dolar pada sesi sebelumnya. juga mengalami kenaikan menjadi 0,71860 dari 0,7117 per USD. turun ke 0,9928 franc Swiss dari 0,9971 franc Swiss dan bergerak turun menjadi 1,3928 per dolar Kanada dari 1,3960 per dolar Kanada.

Dampak dari pelemahan itu juga membuatnya melemah kembali terhadap sebagian mata uang emerging market. Kurs rupiah menguat 0,41 persen, Malaysia naik 0,58 persen, dan dolar Singapura menguat 0,41 persen. Namun, won Korea Selatan dan dolar Taiwan yang secara tradisional sangat terkait dengan USD melemah terhadap Greenback. [yap]

Loading...