Anjlok di Awal Tahun 2016, Rupiah Diprediksi Sulit Tahan Gempuran Dolar

Mengawali pekan perdana di tahun , laju terhadap dolar AS tak juga membaik. Menurut laporan pada pukul 15.59 WIB, pada perdagangan (4/1), rupiah ditutup mendekati Rp14.000 yaitu di level Rp13.943 per dolar AS. Rupiah 113 poin atau 0,82% dari penutupan sebelumnya di kisaran Rp13.830 per dolar AS.

Pada perdagangan pagi, rupiah dibuka di level Rp13.825 per dolar AS. Kemudian, mata uang Garuda bergerak fluktuatif di level Rp13.959 per dolar AS (terlemah) hingga Rp13.825 per dolar AS (terkuat).

Laporan nyaris sama diberitakan . Pada pukul 16.00 WIB, rupiah ditutup di level 13.925 per dolar AS. Rupiah turun 90 poin atau 0,65% dari penutupan sebelumnya di level Rp13.835 per dolar AS.

Sepanjang tahun 2016 ini, rupiah memang diprediksi tidak cukup kuat menahan gempuran dolar AS. Pasalnya, permintaan terhadap dolar AS masih cukup tinggi. Berdasarkan data , utang luar negeri jangka pendek dalam satu tahun ke depan masih ada sekitar 55% dari total . Ini mengindikasikan tingginya kebutuhan dolar AS untuk pembayaran utang jatuh tempo tahun ini.

“Untuk melihat rupiah di tahun 2016, kita harus melihat dari sisi supply dan demand terlebih dahulu,” ujar Ekonom Samuel Aset Manajemen, Lana Soelistaningsih.

Ditambahkan Lana, jika harga minyak tahun ini masih rendah dan terus , maka komoditas lain bisa terseret. “Artinya, angka ekspor juga bisa turun,” sambungnya.

Karena itu, Lana menghimbau agar pemerintah semakin memaksimalkan beberapa kebijakan, seperti menggunakan rupiah untuk transaksi dalam negeri. “Selain itu, memperbanyak penerbitan global band. Jika ini dilakukan, rupiah mungkin bisa bertahan di level Rp13.800 – Rp14.200 per dolar AS sepanjang tahun ini,” lanjut Lana.

Di sisi lain, ia menghimbau pelaku pasar untuk mewaspadai bulan-bulan tertentu di kuartal akhir seperti bulan Maret, Juni, September, dan Desember. “Saat itu, kebutuhan dolar AS untuk pembayaran utang jatuh tempo meningkat. Mungkin pemerintah bisa mulai meningkatkan dalam dolar AS jelang bulan-bulan tersebut,” saran Lana.

Loading...