Aliran Dana Asing yang Makin Tambun Bakal Sokong Penguatan Rupiah

Rupiah pada perdagangan Kamis (3/3) diprediksi melanjutkan tren penguatannya usai aliran dana asing di surat utang negara (SUN) menggemuk. Peluang penguatan rupiah juga semakin besar jika data tenaga kerja Amerika Serikat (AS) menyusut.

Menurut laporan Index, Garuda dibuka 26 poin atau 0,2 persen ke Rp13.275 per AS. Ini sekaligus pembukaan terkuat dalam kurun waktu sembilan bulan terakhir.

“Rupiah disokong oleh beberapa faktor,” jelas Senior Research and Analyst PT Monex Investindo Futures, Albertus Christian. “Dari internal, porsi dana asing di surat utang negara domestik menggemuk.”

Sementara dari eksternal, lanjut Albertus, sentimen dari aksi bank sentral Cina memangkas giro wajib minimum serta meredanya kekhawatiran devaluasi . “Mata uang Garuda juga berpeluang melanjutkan penguatan, jika AS Februari 2016 tak sesuai ekspektasi pasar,” sambungnya.

Sementara menurut Research and Analyst Divisi Tresuri BNI, Trian Fathria, Bank Indonesia akan mengumumkan data cadangan devisa Februari 2016 yang berpotensi naik sebesar 102,13 miliar dolar AS. “Ini akan menjadi katalis positif untuk rupiah,” paparnya.

Trian sendiri memprediksi, rupiah hari ini akan bergerak di kisaran Rp13.350 hingga Rp13.270 per dolar AS. Sementara menurut Albertus, rupiah akan bergulir di level Rp13.370 hingga Rp13.200 per dolar AS.

Pada Rabu (2/3) kemarin, mata uang Garuda ditutup menguat 46 poin atau 0,34 persen ke Rp13.301 per dolar AS. Penguatan rupiah kemarin bersamaan dengan harga minyak yang konsisten naik, yang membuat investor mulai beralih dari aset ke aset yang dinilai lebih berisiko, termasuk aset yang berdenominasi rupiah.

Loading...