Alasan Rasial, Uber Enggan Hadirkan Fitur Tip dalam Aplikasi Mereka

uber-taxi

Penyedia taksi berbasis , Uber, baru-baru ini memutuskan untuk tidak menyertakan tip dalam aplikasi mereka. Pihak mengatakan bahwa tarif untuk tip tidak koheren karena kecenderungan yang masih bias rasial.

Menurut Boston Globe, Uber mengutip sebuah studi yang dilakukan oleh dua profesor dari Cornell University yang menemukan bahwa rata-rata melakukan diskriminasi dengan memberikan lebih banyak tip kepada sopir taksi berkulit putih dibanding sopir taksi berkulit gelap. Sementara, sebuah studi yang diterbitkan dalam Yale Law Journal juga menemukan sopir taksi Afrika- menerima tip kurang dari sepertiga dari rata-rata yang diterima sopir taksi berkulit putih.

Namun, Kiesha Seaton, sopir Uber yang berkulit hitam, mengatakan kepada Globe bahwa masalah perbedaan warna kulit tidak ada hubungannya dengan tip yang diterima sopir taksi. “Ini semua tentang layanan yang Anda berikan. Jika Anda memberikan layanan lima, Anda akan menerima kompensasi yang layak,” kata Seaton.

“Saya pernah menerima tip besar,” sambung Seaton. “Namun saya sendiri memang tidak yakin, apakah akan menerima tip yang lebih besar jika saya berkulit putih.”

Ketiadaan fitur ini sebenarnya menghadirkan kesalahpahaman bagi pengemudi Uber yang menganggap mereka memperoleh tip dari perusahaan. Seperti diketahui, pendapatan driver Uber sendiri dipotong 20% hingga 25% oleh perusahaan. Dan jika Uber ingin membuat sopir mereka bahagia, membayar driver dengan upah yang layak bisa menjadi solusi.

Loading...